Sunday , July 22 2018
Beranda / Khazanah / Menelisik Sejarah Penggunaan Kertas dalam Tradisi Literatur Islam

Menelisik Sejarah Penggunaan Kertas dalam Tradisi Literatur Islam

Kontak antara bangsa Arab dan Cina yang berlangsung selama abad kedelapan membawa perubahan besar dalam tradisi penulisan naskah di dunia Islam. Masyarakat Arab yang sebelumnya terbiasa menulis di atas lembaran kulit binatang atau kulit kayu, mulai mengdopsi budaya Cina yaitu menuliskan teks-teks di atas kertas.

Peta kekuasaan Daulah Abbasiyah.

Pertempuran Talas yang melibatkan Kekhalifahan Abbasiyah dan Dinasti Tang pada 751, menyebabkan tertawannya sejumlah orang Cina oleh tentara Arab. Penulis asal Persia dari abad kesepuluh, al-Tha’alibi mengisahkan, di antara tawanan perang Cina yang ditangkap itu ada yang dibawa ke Samarkand. Di kota itu, mereka lalu bekerja pengrajin dan memproduksi kertas dalam skala besar.

“Produksi kertas pada waktu itu bahkan sampai menjadi komoditas ekspor yang penting bagi masyarakat Samarkand. Nilainya secara universal diakui dan digunakan oleh banyak orang di mana-mana,” ungkap al-Tha’alibi seperti dikutip Lindsey Hobbs dalam karya tulisnya, The Islamic Codex.

Pada saat yang bersamaan, para sarjana Muslim di Abbasiyah tengah memfokuskan perhatian mereka terhadap studi naskah-naskah kuno. Kehadiran kertas di tengah-tengah peradaban Arab pada akhirnya membantu mereka memperoleh material yang lebih efisien untuk digunakan sebagai media penyalinan naskah tersebut.

amun demikian, ada kendala yang harus dihadapi para sarjana Muslim ketika beralih menggunakan kertas. Misalnya, bahan organik tersebut sewaktu-waktu bisa saja memburuk kondisinya karena berbagai faktor. Oleh karenanya, naskah yang telah ditulis di atas lembaran-lembaran kertas kemudian dijilid dan diberi sampul yang tebal supaya tahan terhadap berbagai risiko kerusakan.
ilustrasi
Contoh naskah Islam dari masa lampau yang dijilid itu masih dapat dijumpai hari ini. Beberapa di antaranya adalah penemuan 175 manuskrip di dalam gudang Masjid Agung Kairouan, Tunisia, pada dekade 1940-an silam. Naskah-naskah tersebut diperkirakan ditulis antara abad kesembilan hingga ke-13.

Penemuan besar lainnya terdapat di Masjid Agung Yaman di Kota Sana’a pada awal dasawarsa1970-an. Ribuan fragmen perkamen dan jilid naskah yang ditemukan di belakang dinding loteng masjid itu diperkirakan berasal dari abad ketujuh hingga ke-12. “Teks-teks tersebut sebagian besar mengalami kerusakan parah, namun menampilkan beberapa model penjilidan yang unik dalam tradisi Islam,” tulis Hobbs.

Ada ribuan naskah kuno Islam yang ditemukan sepanjang abad ke-20. Sebagian besar di antaranya kini disimpan di sejumlah perpustakaan atau museum di luar negeri. Antara lain, Perpustakaan Nasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Aga Khan Program in Islamic Architecture di AS, Universitas al-Azhar di Mesir, Universitas Oxford di Inggris, dan masih banyak lagi.

Baca Juga

TAHUKAH ANDA BAHWA TEKHNOLOGI ABAD 21 MERUPAKAN TANDA KIAMAT?

Nabi Muhammad .صلى الله عليه وسلم, sebagaimana kita semua tahu, hidup empat belas abad yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *