Wednesday , January 24 2018
Beranda / Featured / Muslimah dan Rasa Malu
deras.co.id

Muslimah dan Rasa Malu

Seorang wanita memiliki fitrah sebagai makhluk yang memiliki rasa malu. Sebagaimana dapat kita lihat dari salah satu kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan tentang salah seorang putri Nabi Syu’aib yang diperintahkan oleh Bapaknya untuk memanggil Nabi Musa.

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

Dari ayat diatas, diceritakan bahwa putri Nabi Syu’aib berjalan dan menghampiri Nabi Musa dengan rasa malu dan dengan penuh rasa ‘iffah (kebersihan jiwa), serta berjalan dengan sikap yang jauh dari usaha ingin menarik perhatian orang lain. Meskipun demikian, dia tetap mampu menguasai diri dan mampu menyampaikan dengan jelas apa yang dipesankan oleh Bapaknya terhadap Nabi Musa.

Seorang wanita muslimah dan shalihah hendaknya akan merasa malu ketika bertemu dan berbicara dengan lawan jenisnya. Akan tetapi, hendaknya ia juga tetap mampu menguasai dirinya, agar dapat menyampaikan keperluannya dengan jelas dan berbicara tanpa gugup atau dibuat-buat.

Adapun di era modern saat ini, akan kita jumpai wanita-wanita yang senantiasa bersolek, keluar tanpa mahramnya, ataupun senang berbaur dengan lawan jenis tanpa rasa malu, dan itu berarti belum sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah. Na’udzubillah.

Ahnaf Ibnu Qois berkata, “Dua hal yang tidak akan berpadu dalam diri seseorang adalah dusta dan harga diri. Sedangkan harga diri akan melahirkan sifat shidiq (berkata benar), wafa’ (selalu menepati janji), malu, dan ‘iffah (menjaga kesucian diri)”.

Sumber : satumedia.co

Baca Juga

6,4 SR, Gempa Bumi Banten Terasa Hingga Jakarta dan Bandung

Jakarta, Gempa bumi melanda Banten dan Jakarta, Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 13.35 WIB. Badan Metereologi …