Monday , July 23 2018
Beranda / Berita / UNESCO dan Fakta Tentang Buku yang Jarang Diketahui
deras.co.id

UNESCO dan Fakta Tentang Buku yang Jarang Diketahui

Riset yang dilakukan oleh UNESCO dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) beberapa tahun lalu menunjukkan kalau ASEAN termasuk negara-negara dengan minat baca paling rendah. Sementara di Indonesia sendiri rata-rata warga membaca kurang dari 1 buku setiap tahunnya. Padahal membaca buku bisa memberikan banyak manfaat tak terduga selain bertambahnya pengetahuan.

Nah, di hari Buku sedunia (23/4/2018), yuk, intip sisi lain dari buku yang mungkin menarik untuk diketahui.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah beberapa fakta unik tentang buku yang mungkin belum kita ketahui.

Menurut sejumlah penelitian, membaca buku bisa menjadikan seseorang terhindar dari stres. Pasalnya orang-orang yang membaca buku lebih mudah merasa rileks. Buku juga bisa mencegah pikun, membuat seseorang lebih cepat tidur, dan menjadikan awet muda. Selain itu membaca juga bisa menjadi latihan untuk memperkuat memori dan kemampuan otak.

  • Di Argentina ternyata ada buku yang bisa di tanam.

Perusahaan penerbitan Pequeno Editor menerbitkan buku berjudul Mi Papa Estuvo en la Selva atau “Ayahku Di Hutan”. Buku ini menceritakan tentang hutan dan bagaimana cara untuk menghargai setiap makhluk hidup.

Yang menjadikan buku ini istimewa jika dibandingkan dengan buku bacaan lainnya adalah buku ini bisa ditanam. Buku anak-anak ini dibuat dari kertas bebas asam, tinta ramah lingkungan, dan dilengkapi dengan biji jacaranda yang bisa tumbuh menjadi pohon dalam beberapa tahun.

Buku ini merupakan bagian dari proyek Tree Book Tree. Target dari proyek ini adalah anak-anak usia 8-12 tahun. Tujuannya mengajarkan kepada anak-anak tentang asal-muasal buku sekaligus mengajak mereka berbuat lebih untuk lingkungan yang telah memberikan kehidupan bagi umat manusia.

  • Kendati e-book sudah beredar luas, buku cetak tetap diunggulkan

Saat ini ebook lebih populer dibandingkan buku cetak biasa karena lebih praktis dan murah. Kehadiran ebook bahkan membuat toko-toko buku tradisional mengalami kemunduran bisnis. Namun penelitian terbaru mengungkap kalau buku cetak ternyata tetap memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan buku elektronik.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh West Chester University, pemahaman yang didapat lewat membaca ebook lebih rendah jika dibandingkan dengan membaca buku cetak konvensional. Sejumlah penelitian lain menunjukkan kalau pembaca ebook lebih sulit mengingat informasi yang mereka baca dan lebih mudah terganggu konsentrasinya. Selain itu ebook membuat mata lebih cepat lelah daripada buku konvensional.

  • Ada buku yang bisa dijadikan tiket kereta di Brazil

Dilansir Mental_floss, penerbit L&PM Editores bekerja sama dengan agensi iklan Agencia Africa membuat buku multifungsi berjudul Ticket Books. Buku ini bisa dibaca sekaligus berfungsi sebagai tiket kereta bawah tanah. Setiap buku dilengkapi dengan chip khusus yang bisa dipindai pada sensor tiket di stasiun. Dengan cara ini diharapkan penumpang akan memilih membaca buku untuk menghabiskan waktu di perjalanan mereka.

Sumber: islampos.com

Baca Juga

deras.co.id

CIA Ungkap Perang Dingin Antara AS dan China

Colorado, China sedang terlibat Perang Dingin melawan Amerika Serikat (AS). Hal itu dipaparkan Asisten Direktur CIA, …