Sunday , July 22 2018
Beranda / Berita / Menteri Agama: Saya Mohon Maaf Kepada Yang Merasa Tidak Nyaman
deras.co.id

Menteri Agama: Saya Mohon Maaf Kepada Yang Merasa Tidak Nyaman

Jakarta, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memohon maaf terkait langkahnya yang saat ini menjadi polemik di tengah masyarakat. Lukman meminta maaf khususnya kepada mubaligh yang merasa tidak nyaman karena namanya masuk dalam daftar rilis tersebut.

“Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (21/5).

Selain itu, Lukman juga menegaskan tidak ada motif politik dalam rilis 200 mubaligh yang direkomendasikan Kemenag itu. Menurut dia, daftar mubaligh itu dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Baca juga: Ustadz Ini Minta Menag Keluarkan Namanya Dari Daftar 200 Ustadz Rekomendasi Kemenag

Dia mengatakan, jika ada mubaligh dengan jutaan pengikut yang belum masuk dalam daftar itu, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan. “Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis maka tentu kami hanya akan masukkan yang pengikutnya besar saja,” kata Lukman.

Pekan lalu, Kemenag merilis 200 daftar nama mubaligh. Sejumlah nama mubaligh besar ada di daftar itu seperti Ustadz Yusuf Mansur, KH Abdullah Gymnastiar, KH Cholil Nafis, KH Didin Hafidhuddin, Ustadz Hidayat Nur Wahid, Prof Mahfud MD, KH Said Agil Siraj, dan KH Nasaruddin Umar.

Baca juga: Antara Ustadz Rekomendasi Kemenag dan Ustadz Pilihan Ummat

Ada juga Ustadz Arifin Ilham, Prof Quraish Shihab, Ustadz Irfan Syauqi Beik, Emha Ainun Najib, Alwi Shihab, dan Ustadz Adian Husaini. Beberapa nama besar lain juga tidak muncul dalam daftar itu karena menurut Kemenag rilis itu bersifat dinamis, dalam arti masih bisa berubah.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

CIA Ungkap Perang Dingin Antara AS dan China

Colorado, China sedang terlibat Perang Dingin melawan Amerika Serikat (AS). Hal itu dipaparkan Asisten Direktur CIA, …