Wednesday , August 22 2018
Beranda / Berita / Kemenhub Memprediksi Hampir 20 Juta Pemudik Akan Ramaikan Lebaran 1439H
deras.co.id
Mudik dengan menggunakan mobil

Kemenhub Memprediksi Hampir 20 Juta Pemudik Akan Ramaikan Lebaran 1439H

Kemenhub memprediksi hari ini dan besok merupakan puncak arus mudik gelombang pertama. Sebab, sebagian sudah memasuki cuti bersama dan libur Lebaran. Tak seperti 2017, tahun ini Kemenhub memprediksi terdapat dua kali puncak arus mudik. Yaitu, 8-9 Juni dan 12-13 Juni. Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 19,5 juta orang. Angka itu naik 5,17 persen daripada 2017 yang berjumlah 18,6 juta orang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya memperhatikan dua titik tol. Yakni, tol Merak dan Cikampek-Cipali. “Di titik-titik tersebut, terdapat kendaraan besar,” kata Budi saat membuka Posko Angkutan Lebaran 2018 kemarin (7/6).

Dari pantauan closed circuit television (CCTV) di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2018 kemarin siang, terlihat kepadatan kendaraan menjelang simpang susun Cikunir.

Kepadatan tersebut disebabkan kendaraan barang yang masih beroperasi. Kecepatan kendaraan di ruas jalan itu berkisar 32 km per jam. Namun, ketika masuk ruas tol Cipali, kecepatan kendaraan bisa mencapai 80 km per jam. “Nanti ketika angkutan barang tidak beroperasi, kepadatan bisa berkurang,” kata Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Terpadu 2018 Cucu Mulyana.

Di sisi perhubungan laut, Kemenhub juga memperhatikan Pelabuhan Kalianget di Madura, Jawa Timur. Menurut data Kemenhub, di pelabuhan tersebut selalu ada penumpang liar.

“Saya meminta kepada syahbandar agar tetap mengawasi jumlah penumpang. Tiap penumpang harus menggunakan life jacket,” tuturnya. Budi menyatakan, pihaknya telah menyiapkan kapal-kapal milik Kemenhub untuk melakukan pengawalan apabila ada penumpang berlebih.

Sementara itu, di sektor perhubungan udara, Kemenhub telah menyiapkan beberapa bandara untuk beroperasi hingga pukul 00.00. Sebab, ada tambahan penerbangan sebanyak 3.500 slot dari Jakarta.

Untuk moda kereta api, kata Menhub, terdapat ancaman tanah longsor di beberapa titik rel. Budi meminta PT KAI melakukan antisipasi. Salah satunya, menyiagakan personel untuk gerak cepat ketika terjadi bencana.

Kepala Subdirektorat Analisis Data dan Pengembangan Sistem Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Nazib Faishal mengungkapkan, prasarana yang dibangun Kementerian PUPR telah siap digunakan untuk mudik. PUPR sementara ini hanya memantau kondisi infrastruktur.

Karena itu, ada layanan call center khusus yang dikelola PUPR untuk menampung laporan dari masyarakat. Selain itu, PUPR memiliki aplikasi pelaporan keluhan sarana bernama Jalan Kita (Jaki). Lewat aplikasi tersebut, pemudik bisa melaporkan jalan rusak maupun berlubang. Caranya, pemudik bisa memotret kondisi jalan, kemudian mengunggahnya ke server PUPR.

Nazib mengungkapkan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjamin secara umum kesiapan jalur mudik 2018 di seluruh Indonesia lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sekitar 90 persen jalan nasional siap dilalui. Meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Untuk jalan tol, lebih dari 500 kilometer sudah operasional dan siap dilalui. Sisanya, 275 kilometer, sudah bisa dilalui meskipun masih fungsional. Semua permukaan sudah mengalami perkerasan permanen, tidak ada lagi yang tanah.

Hanya, lanjut Nazib, kondisinya tidak seindah tol yang fungsional. Masih ada banyak bekas galian dan pohon-pohonnya belum tinggi. “Tapi, kalau seperti rambu-rambu, semuanya sudah terpasang,” katanya. Selain itu, Nazib mengingatkan pemudik agar berhati-hati saat melintasi titik kritis Jembatan Kali Kuto di Grinsing, Batang, Jateng.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Koordinasi Dengan Organisasi Muslim, PD Gemira Sumut Siap Menangkan PAS

Medan, Pengurus Daerah Gerakan Muslim Indonesia Raya Sumatera Utara (PD Gemira Sumut) siap menangkan pasangan …