Monday , July 16 2018
Beranda / Berita / Para Ilmuwan Bangkitkan Robot Dari Manusia Prasejarah
deras.co.id
Fosil Neanderthal. (iStockphoto)

Para Ilmuwan Bangkitkan Robot Dari Manusia Prasejarah

Frankenstein Cyborg Crabs, sebuah penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan untuk membangkitkan manusia prasejarah ke dalam sebuah bentuk baru yakni robot. Peneliti akan menempatkan otak Neanderthal ke dalam robot berbentuk kepiting. Ini akan menggunakan kecerdasan buatan.

Melansir laman Mirror, Senin (2/7), proyek penelitian ilmiah ini berusaha mencari tahu penyebab Neanderthal punah. Tim di University of California, San Diego (UCSD) Amerika Serikat (AS), sedang bereksperimen dengan benjolan jaringan yang diambil dari fosil tulang yang disebut sebagai nenek moyang manusia.

Mereka dilaporkan berhasil menumbuhkan otak kecil, seukuran kacang polong, dalam cawan patri di laboratorium. Mereka mengatakan langkah ke depan adalah menghubungkan otak manusia ini dengan robot menggunakan implan saraf untuk mencoba dan menciptakan semacam cyborg Neanderthal.

Proyek prestisius ini pada akhirnya akan mengetahui dan membuka tabir apa yang menyebabkan Neanderthal punah, serta meninggalkan Homo Sapiens untuk menjajah Bumi.

Terlepas dari kenyataan bahwa Neanderthal terakhir berjalan di Bumi lebih dari 40 ribu tahun yang lalu, para ilmuwan modern masih mempelajari hal-hal baru tentang mereka berkat kemajuan teknologi. Ilmuwan membutuhkan beberapa bulan untuk menumbuhkan sel induk yang mengandung DNA Neanderthal ke dalam otak kecil yang disebut organids. Kemudian begitu selesai, mereka keluar dalam bentuk kecil serupa popcorn yang aneh dibandingkan dengan organ tubuh manusia.

Tim tersebut berencana menghubungkan mereka dengan robot seperti kepiting kemudian membandingkan satu sama lain. Oleh karenanya proyek robot ini disebut dengan Frankenstein Cyborg Crabs. Sebab Frankenstein adalah kisah abadi menghidupkan kembali mayat melalui penggunaan teknologi.

Anggota Tim Peneliti di UCSD, Alysson Muotri mengatakan dalam sebuah laporan bahwa tujuan ‘membangkitkan’ manusia prasejarah itu karena mereka ingin membandingkan organoid Neanderthalised dengan robot untuk menguji kemampuannya.

“Dengan melakukan ini secara sistematis, kita akan belajar apa perubahan genetik yang membuat kita sebagai manusia menjadi unik dan mengapa mereka terpilih secara positif. Secara bertahap, diyakini bahwa robot kepiting Frankenstein akan dapat mempelajari lingkungan mereka melalui otak mini yang mengendalikan mereka.

Selanjutnya, melihat mereka belajar secara berbeda akan memberi petunjuk tentang perbedaan. Dirinya juga mengatakan bahwa Neanderthal menarik karena mereka berbagi Bumi dengan kita dan sekarang ada bukti genetik yang sebenarnya bahwa kita sama dengan mereka. Kemudian dengan penelitian tersebut, diharapkan nantinya dapat diketahui apa yang menjadi sebab kepunahan Neanderthal.

Penting diketahui, Neanderthal adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Spesimennya ditemukan di Eurasia, dari Eropa Barat hingga Asia Tengah dan Utara. Spesies ini dinamakan Neandertal sesuai dengan lokasi tempat pertama kali ditemukan di Jerman, Neandertal atau Lembah Neander.

Neanderthal dapat diklasifikasikan sebagai subspesies manusia (Homo Sapiens Neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (Homo Neanderthalensis). Jejak proto-Neanderthal pertama muncul di Eropa 600 ribu – 350 ribu tahun yang lalu.

Suber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Ada Dugaan Suap, Rumah Dirut PLN ‘Digrebek’ KPK

Jakarta, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya telah melakukan penggeledahan di rumah Direktur Utama PT …