Tuesday , August 14 2018
Beranda / Berita / Empat Mahasiswa UMN Medan Hanyut di Sungai Asahan Usai KKN
deras.co.id
Pencarian 4 mahasiswa hilang di Sungai Asahan

Empat Mahasiswa UMN Medan Hanyut di Sungai Asahan Usai KKN

Medan, Tiga mahasiswa Universitas Muslim Nusantara hilang setelah hanyut di Sungai Asahan, Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Sonsongan, Kabupaten Asahan, Rabu (8/8/2018).

Rombongan mahasiswa tersebut, pergi ke sungai karena ingin melepas penat dan lelah setelah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kelurahan Siumbutumbut,  Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Pascakejadian personel gabungan langsung dibentuk.

Ada sekitar 25 personel dari BPBD, TNI dan dari kepolisian yang terlibat dalam melakukan pencarian.

Kabid BPBD Asahan Khaidir Sinaga mengatakan, pencarian terhambat karena medannya yang cukup terjal menuju titik hilangnya korban.

Jaraknya dari pos BPBD Asahan sekitar dua jam.

“Kami sampai tadi di sana itu sekira pukul 19.00 WIB malam. Kita tidak bisa melakukan pencarian malam hari, karena kondisi medan yang sangat terjal,” kata Khaidir.

“Pencarian para korban yang hanyut, akan dilakukan mulai besok pagi. Tim akan menyisir sungai sepanjang radius 10 kilometer,” pungkas Khaidir.

BEDENG BERDUKA

5 Mahasiswa KKN UMN Al Wasliyah hanyut di sungai Asahan Bedeng, Dusun III Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, 1 selamat 4 masih dalam pencarian.

Kronologisnya:

Sekira Pukul 11.00 WIB, rombongan mahasiswa yang telah selesai melangsungkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari UMN (Univ Muslim Nusantara) di Kelurahan Siumbutumut Baru dan akan melakukan rekreasi perpisahan ke Pemandian Sungai Asahan Bedeng dengan menggunakan mobil pikap BK 9504 VM.

Rombongan sebanyak 14 orang, di antaranya, 8 orang mahasiswa dan dan 6 orang masyarakat Siumbutumbut Kisaran.

Sekira pukul 15.30 WIB, rombongan sampai di Pemandian Sungai Asahan. Lalu rombongan mandi di tepi sungai Asahan. Selang 30 menit 2  orang hanyut terbawa arus sungai, kemudian 3 orang rekannya berusaha menolong namun ikut terseret oleh derasnya Air.

Melihat kejadian tersebut, warga masyarakat yang melihat berusaha menolong.

Setelah terseret sekitar 150 meter dari lokasi hanyut, masyarakat atas nama Adlin (35) dari desa Marjanji Aceh dapat menolong 1 orang atas nama Fandi Ahmad Siregar. Sedangkan teman-temannya yang lain tidak dapa tertolong karena derasnya arus air sungai. 

Ada pun korban hanyut yang hingga saat ini masih dilakukukan pencariannya oleh Tim SAR dari Kabupaten Asahan adalah; 

1. MAYA DAULAY ,21 Thn, Mahasiswi, asal Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

2. MAULIDIA Batubara ,21 Thn, Mahasiswi, asal Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

3. DWIHADI MAHENDRA, 21 Thn, Mahasiswa, asalh Provinsi Sumatera Barat.

4.FERY, 14 THN, Pelajar, asal Kelurahan Siumbutumubut Baru Kisaran.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com atas kejadian tersebut, mengatakan bahwa delapan mahasiswa mendatangi sungai bersama enam masyarakat Kelurahan Siumbut-umbut dengan menumpang sebuah mobil pikap, sekitar pukul 15.30 WIB.

“Jadi awalnya mereka mandi-mandi di tepi sungai. Tiba-tiba dua temannya hanyut terbawa arus,” kata Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/8/2018) malam.

Tatan menjelaskan bahwa saat keduanya hanyut, tiga rekannya yang lain berusaha untuk menolong.

Malang, arus yang deras malah membuat mereka terbawa arus.

Terlebih Sungai Asahan memang terkenal memiliki arus yang deras.

Tak lama setelahnya, warga sekitar yang melihat kejadian itu mencoba memberikan pertolongan, tapi hanya satu orang yang berhasil ditolong.

“Korban selamat atas nama Fandi Ahmad Siregar, warga Tanjungbalai. Sementara yang lainnya belum ditemukan hingga kini,” ujar Tatan.

Sumber: tribunnews.com

Baca Juga

deras.co.id

Satresnarkoba Tanjungbalai Amankan TA dan BB Atas Kasus Sabu

Tanjungbalai, Satresnarkoba Polres Tanjungbalai melakukan penggrebekan terhadap sebuah rumah di Jalan Jenaha, Lingkungan I, Kelurahan …