Thursday , January 20 2022
Beranda / Saintek / 40 Tahun Lagi, Manusia Bisa Hidup di Bulan

40 Tahun Lagi, Manusia Bisa Hidup di Bulan

 

KOMPAS.com — Astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Chris Hadfield, percaya bahwa dalam jangka waktu 30-40 tahun lagi manusia pasti sudah bisa hidup di Bulan.

“Ini adalah pola yang sudah kita ikuti sejak 70.000 tahun. Kita secara bertahap menyebar ke seluruh dunia. Dalam 100 tahun terakhir, kita sampai ke Antartika dan menghabiskan berbulan-bulan di sana,” katanya.

“Saya pikir dalam masa hidup saya kita akan melihat basis permanen di Bulan. Memulai tinggal di Bulan akan membantu kita mengeksplorasi antariksa lebih baik,” imbuh Hadfield seperti dikutip Telegraph, Senin (16/12/2013).

Hadfield juga percaya bahwa hanya dalam waktu 15 tahun lagi International Space Station sudah harus dinonaktifkan. Sementara itu, hanya dalam jangka waktu 70 tahun, manusia pasti sudah bisa hidup di Mars.

Editor Scientific American, Clara Moskowitz, dalam wawancara dengan Foxnews, Rabu (18/12/2013), juga memiliki keyakinan yang sama. Manusia pada dasarnya sudah punya teknologi yang mendukung untuk tinggal di Bulan.

“Tinggal di Bulan sebenarnya adalah soal funding,” katanya. Manusia tinggal mengupayakan roket, habitat untuk tinggal agar terhindar dari radiasi Matahari, dan mengupayakan cara mendapatkan makanan.

Moskowitz menuturkan, untuk bisa tinggal di Bulan, kerja sama antar-negara dibutuhkan. Amerika Serikat takkan mampu mengupayakan sendiri dengan dana terbatas. Kerja sama antara negara yang sudah mantap dalam teknologi antariksa, seperti Rusia, China, dan India, diperlukan.

Pertama Kali, Astronot dan Robot “Ngobrol” di Antariksa

Jepang mengatakan, robot yang bisa berbicara pertama sudah tiba di ruang angkasa dan melakukan percakapan dengan astronot Jepang.

Cuplikan video di Stasiun Ruang Angkasa Internasional, ISS, yang dirilis Jumat (20/12/2013) memperlihatkan robot bernama Kirobo berbicara dalam bahasa Jepang dengan Koichi Wakata.

Wakata mengatakan senang bertemu dengan Kirobo dan menanyakan kepada rekan barunya tentang perasaan berada di alam grafiti nol.

“Saya sekarang terbiasa, tidak ada masalah sama sekali,” jawab Kirobo.

Walau Kirobo diam sejenak sebelum menjawab dan Wakata berbicara lebih lambat, percakapan dilaporkan berjalan mulus seiring dengan berjalannya waktu.

Pihak pengembang robot mengatakan, pembicaraan Kirobo tidak diatur. Namun, dia dirancang untuk memberi tanggapan sama seperti manusia dan sekaligus belajar saat melakukan percakapan.

Mereka yakin masa depan terbuka bagi robot berbicara seperti Kirobo, bukan hanya sebagai teman dalam misi ruang angkasa yang panjang, melainkan juga untuk orang-orang yang kesepian di bumi.

Pada prinsipnya, Kirobo memproses pertanyaan yang diajukan kepadanya dan memilih kata dalam perbendaharaannya untuk menyusun jawaban yang relevan.

Kirobo akan kembali ke Bumi pada tahun 2014.

http://youtu.be/xqShesZ3v-g

 

 

 

Baca Juga

Pentingnya Data Sains dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

DERAS.CO.ID – Kegiatan program ULAMA DAN UMARA BERBICARA kali ini bersama narasumber Arisyi Raz, FRM. (Doctoral …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *