Friday , January 21 2022
Beranda / Edukasi / Generasi Emas Bangsa dari SMA YPSA Medan

Generasi Emas Bangsa dari SMA YPSA Medan

Kampus

 

Sekolah Menengah Atas yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) adalah sekolah internasional berbasis Islam berlisensi Cambridge University. Sekolah yang terletak di Jalan Setia Budi No 191 Medan, Sumatera Utara ini tak hanya memerhatikan bidang akademik, tetapi juga akhlak.

Sekolah yang pada 1997 berdiri hanya sebagai play group (PG), sekarang sudah ada TK, SD, SMP, SMA dan rencanaya akan dibuka juga perguruan tinggi. Semua sekolah berlabel internasional.

Menurut Hj Rahmawaty Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA, tujuan sekolah untuk menciptakan generasi emas yang berwawasan global, bertakwa dan berkarakter Pancasila.

“Tujuan sekolah kami tercermin dalam moto we shall create golden generation disciplined, religious, smart,” ujarnya kepada Sumut Invest pada pertengahan bulan ini di Medan.

Karena itu, YPSA melalui kurikulum, fasilitas dan teknologi yang dimilikinya, mengaplikasikan kebutuhan tersebut dalam pendidikan seluruh unit sekolah mulai dari PG hingga SMA. Upaya YPSA ini telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah dimana YPSA meraih predikat A “Amat Baik” dalam akreditasinya secara nasional dan dari University of Cambridge International Examinations (CIE) dan Prometic untuk iBT TOEFL Test Center secara internasional. “Inilah totalitas dari karakter YPSA yang kuat dan unggul yang pada akhirnya bisa meningkatkan kemandirian dan saya saing bangsa menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera,” katanya ramah.

Kurikulum Islam

Berbicara tentang kurikulum, Rahmawaty menjelaskan selain kurikulum nasional, ada kurikulum muatan lokal dari tim YPSA seperti leadership serta kurikulum internasional untuk lima bidang studi (matematika, biologi, fisika, kimia dan bahasa Inggris). Semua kurikulum ini diintegrasikan menjadi kurikulum Islamic Wholeday International School.

Penerapan kurikulum ini, sambung suami dari Drs H Sofyan Raz, Ak., MM yang juga pembina YPSA ini, tetap berdasarkan agama yang mencakup karakter, akhlak, budaya yang tertuang dalam pendidikan keilmuan, keilmiahan dan keilahian. Artinya, ilmiah dan ilahi.

Selain itu, YPSA juga selalu bekerja sama dengan sekolah di luar negeri, para mitra atau jaringan yang dibuat. Seperti Spanyol, Jepang dan Amerika. Kerjasamanya seperti pertukaran pelajar atau mendatangkan konsulat-konsulatnya untuk memberikan ceramah di YPSA ini.

Untuk SMA, jumlah siswa-siswi bukan dilihat dari kuantitas tapi kualitas. “Untuk apa banyak siswa tapi kualitas tidak mumpuni dengan standar internasional,” ucapnya.

Rata-rata jumlah siswa per kelas berkisar 20-24 orang. Siswa yang mengikuti kelas regular diajar guru-guru lokal sedangkan untuk kelas internasional diajar tenaga pengajar luar (native speaker) yang sudah bersertifikat Cambridge untuk 5 mata pelajaran yakni matematika, biologi, fisika, kimia dan bahasa Inggris.

Di bidang akademik, YPSA tergolong rajin hasilkan prestasi. Setiap tahun mendapat prestasi lulus 100 persen ujian nasional dengan tingkatan terbaik bahkan pernah menggondol peringkat terbaik nasional.

Prestasi non akademik juga banyak didapat. Pernah menyabet juara 1 merakit robot di Eropa, lomba design grafis di Singapura, menjuarai Olimpiade dan kompetisi debat dalam bahasa Inggris, termasuk juara dalam pertandingan seni, budaya dan olah raga di dalam maupun luar negeri.

Sementara lulusan SMA YPSA, di perguruan tinggi negeri, ke USU, ITB, UI, Gajah Mada, IPB. Sedangkan yang ke luar negeri, ada yang diterima di perguruan tinggi di Singapura, Malaysia, Australia, Amerika, Spanyol, dan Jepang.

Apa sih rahasinya? Menurut Rahmawaty, selain didukung dengan fasilitas berstandar internasional mulai dari fasilitas kelas, sarana olah raga, perpustakaan dan laboratorium serta sarana ibadah, tenaga pengajar yang mumpuni, YPSA juga menanamkan kepada siswa minat bakatnya sejak terdaftar di sekolah ini dan ujian UN. Ia mencontohkan, untuk ujian UN SD, siswa-siswa sudah dipersiapkan sejak kelas 1, untuk SMP dan SMA juga demikian. “Persiapan mereka untuk mengikuti UN bukan hanya sebulan atau seminggu tapi sejak mereka masuk SD, SMP dan SMA. Artinya benar-benar dipersiapkan dan bukan instan,” pungkasnya.

Karena itu, ia berharap semua siswa yang dididik di sini betul-betul bisa menjadi pemimpin bangsa dan generasi emas. Pembenahan selalu dilakukan khususnya terhadap tenaga pengajar. Salah satu rencana untuk meningkatkan SDM tenaga pengajar ini adalah memberikan beasiswa S2 bagi pengajar yang berprestasi. [SI]

Ini pendapat tenaga pengajar dan siswa YPSA tentang sekolah mereka

Eka, Guru Olah Raga

Fasilitas sekolah sudah berstandar internasional dan jauh lebih baik dengan sekolah-sekolah lain di Medan. Kualiatas siswanya lebih baik dari yang lain. Perhatian yayasan ke guru sangat baik.

Rizal, Guru PPKN (Kewarganegaraan)

Selama mengajar lebih banyak sukanya dari pada dukanya. Siswa-siswi di sini baik-baik dan gampang diarahkan serta kreatif. Lingkungan sekolah asri yang berdampak positif kepada sikap siswa.

May Sarah, Kelas XII Internasional

Sekolahnya bagus akademiknya dan full English. Guru-gurunya baik dan ngerti tentang siswanya. Karena saya dapat beasiswa, saya tidak bayar apa-apa di sini. Cita-cita menjadi menteri keuangan.

Nadira Aisyah, Kelas XII Reguler

Sekolahnya bagus dan lingkungannya hijau. Extra kulikulernya banyak seperti menari, basket, taekwondo, tennis meja, vokal. Tidak ada perbedaan siswa kelas internasional dan regular, semua baik-baik, bedanya kelasnya aja. Cita-cita menjadi dokter.

Dikianda, Kelas XII Reguler

Abang saya sekolah di sini dan saya disuruh orang tua di sini lagi. Lebih baguslah sekolah disini. Guru-gurunya baik dan biasa saja. Cita-cita menjadi pengusaha sukses.

 

Baca Juga

Pentingnya Data Sains dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

DERAS.CO.ID – Kegiatan program ULAMA DAN UMARA BERBICARA kali ini bersama narasumber Arisyi Raz, FRM. (Doctoral …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *