Sunday , September 20 2020
Beranda / Ekonomi / Bank Bakal Dihadiahi Diskon Modal Buka Kantor Cabang
shafiyyatul.com

Bank Bakal Dihadiahi Diskon Modal Buka Kantor Cabang

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan insentif bagi bank-bank yang dapat melakukan efisiensi yang di lihat dari besaran penurunan rasio Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO). Dalam waktu dekat regulator akan segera mengumumkan aturan ini.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad disela acara penandatanganan nota kesepahaman mengenai koordinasi dalam rangka pengembangan dan pendalaman pasar keuangan untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional di Jakarta, Jumat (8/4/2016).

“Sebentar lagi diumumkan (aturannya). Jadi nanti ada formula bahwa diskon terhadap modal inti (membuka jaringan kantor) diperkecil, sehingga kapasitas membuka kantor bank jadi lebih besar,” ujar Muliaman.

Kebijakan ini, kata Muliaman, akan memberi ruang bagi bank yang mendapat insentif tersebut untuk memiliki kapasitas dalam perluasan jaringan kantor.

“Artinya kalau dia mampu menurunkan BOPO dan NIM-nya ke level tertentu dia dapat diskon besar, turun lebih besar lagi dapat diskon lebih besar lagi,” terang dia.

Kendati demikian, Muliaman enggan merinci lebih jauh besaran-besaran rationya. Hanya saja dia menyampaikan diskon itu akan memberi kelonggaran 40-50 persen dari modal pembukaan jaringan kantor. “40-50% lah. Persyaratan 50% lebih longgar,” singkat Muliaman.

Seperti diketahui, pemerintah tengah mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit hingga di bawah sepuluh persen. Untuk itu, OJK memfasilitasi upaya tersebut dengan kebijakan insentif di atas.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Serangan ‘Maut’ Ahok Pada Pertamina Dinilai Membongkar Cacatnya Sendiri

Anggota Komisi VI DPR Fraksi NasDem, Subardi, menyindir Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.