Beranda / Ekonomi / Korea Buka Pasar Halal (Bagian 2)
shafiyyatul.com

Korea Buka Pasar Halal (Bagian 2)

Jakarta- Dalam UU JPH, tegas disebutkan bahwa produk yang memasuki, bersirkulasi, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia, wajib memiliki sertifikat halal. Produk tersebut antara lain terkait dengan makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, produk kimia, produk biologis, produk rekayasa genetik, dan barang-barang yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh publik. Juga dinyatakan, produk halal adalah produk yang telah dideklarasikan halal menurut syariah Islam.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentu menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah UU JPH itu, meski entah kapan. Namun MUI tetap berupaya melindungi konsumen Muslim.

“Meski sertifikasi halal telah berjalan lebih dari 26 tahun, namun hingga saat ini Indonesia belum memiliki payung hukum yang mengatur tentang halal. Undang-Undang Jaminan Produk Halal sampai sekarang juga belum diberlakukan,” ujar Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin pekan lalu di hadapan lebih 200 pengusaha Korea di Seoul.

Sebagai negara mayoritas muslim, menurut Ma’ruf masalah halal haram di Indonesia sangat penting. Mengkonsumsi makanan dan minuman halal merupakan tuntunan agama, tidak boleh dilanggar. Langkah MUI Meski belum ada PP JPH, MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) terus berupaya meyakinkan produsen untuk memenuhi prinsip dan kriteria halal. Konsumen harus mendapatkan jaminan halal.

Korea, produsen makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika, salah satu terbesar di Indonesia –yang mulai gencar mengembangkan industri dan wisata halal– menjadi perhatian LPPOM MUI. Melalui kerja sama dengan Ini Halal Korea Inc –lembaga konsultan bisnis dan perdagangan Korea–, LPPOM MUI melakukan sosialisasi, edukasi, promosi, dan asistensi sertifikasi halal.

Ini Halal Korea Incorporated, yang dipimpin Choi Kang Sik menjadi penghubung industri Korea dengan LPPOM MUI. Kerja sama untuk mempermudah sertifikasi halal tersebut ditandatangani di Bogor tahun lalu. LPPOM MUI dan Ini Halal Korea Inc telah membuka kantor representatif di Seoul. Atas usaha Ini Halal Korea, sekitar 200 pengusaha hadir dalam seminar halal di Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra). Mereka mendapat penjelasan prihal regulasi sertifikasi halal dari Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Direktur LPPOMUI Lukmanul Hakim, dan Kepala BPOM Roy A. Sparinga. Penjelasan serupa juga disampaikan kepada Menteri Agriculture, Food and Rural Affair, dan di Seowan University.

Tentu tidak mudah menjelaskan prinsip dan kriteria halal di negeri ini. Informasi juga minim. Bahkan, tidak sedikit terjadi perbedaan pemahaman di kalangan pemerintah maupun industri Situasi ini dapat dipahami, mengingat Korea negara minoritas muslim dan belum lama mengenal soal halal.

“Tapi kami harus terus menjelaskan dengan sabar untuk melindungi konsumen muslim Indonesia,” ujar Lukman.

Langkah melindungi konsumen Indonesia telah diayunkan MUI di saat belum ada kepastian keluarnya Peraturan Pemerintah tentang jaminan produk halal. Sebuah langkah untuk melindungi umat.

Meski Islam minoritas, Korea sangat jeli meraih peluang industri halal. Nilai 1,5 milyar dolar AS, yang mereka targetkan pada 2017, jelas bukan jumlah kecil. Inilah kesempatan yang semestinya diraih Indonesia —yang mayoritas muslim dan pasar sangat besar bagi produk halal Korea— dengan mempercepat keluarnya Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal. (Antara)

Sumber: wartaekonomi.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Harga BBM di Sumut Naik Tiba-tiba, Akibat Kilang Balongan Terbakar?

Medan, Harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) naik sebesar Rp200 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *