Thursday , March 23 2023
Beranda / Ekonomi / Gebu Minang Akui MEA Memang Jadi Tantangan
shafiyyatul.com

Gebu Minang Akui MEA Memang Jadi Tantangan

Jakarta – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang kini tengah diarungi Indonesia telah lama diprediksi akan menimbulkan tantangan pelik di bidang sumber daya manusia (SDM). Tantangan ini, bila tidak disikapi dengan bijak akan menyebabkan negeri ini dibanjiri tenaga kerja dari Negeri Tetangga. Hal ini ternyata juga disadari oleh Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang.

Menurut Ketua Umum Gebu Minang, Ermansyah Jamin, persoalan daya saing SDM di era ASEAN sesungguhnya telah mendapat perhatian Gebu Minang jauh-jauh hari.

Berdasarkan data Warta Ekonomi, paguyuban perantau Minang ini memang sempat menyelenggarakan seminar bertajuk Kesiapan bundo kanduang dan UMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2014.

“Bisa dikatakan MEA, memang menghadirkan persaingan, dan tentunya perlu sikap untuk hal ini. Ini akan menjadi sorotan prioritas bagi Gebu Minang,” ujarnya kepada Warta Ekonomi di Bilangan Kuningan, Rabu (27/4/2016).

Disinggung mengenai program prioritas Gebu Minang dalam menghadapi MEA, mantan Dirut PLN itu mengatakan, pihaknya tetap memberikan perhatian kepada bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Ada dana yang nantinya kita khususkan untuk pemberian beasiswa kepada pelajar-pelajar SMA. Kita juga bekerjasama dengan pihak-pihak kampus. Kalau budaya kita aktif mendukung kegiatan kebudayaan Minangkabau,” tutupnya.

Terkait upaya pemaksimalan kawasan Pantai Barat Sumatra bagi pembangunan Sumatra Barat di era MEA, Sekretaris Jenderal Gebu Minang, Yulianto Syahyu, menuturkan Gebu Minang juga telah melakukan terobosan untuk pemanfaatan Pantai Barat Sumatra. Adapun terobosan tersebut berupa upaya menghadirkan Laut Minangkabau.

“Kita tengah mengupayakan adanya pengakuan atas Laut Minangkabau. Saat ini Laut pedalaman antara Pantai Barat Sumatra dan Pantai Timur Mentawai, belum ada namanya, kita laut itu diakui sebagai Laut Minangkabau. Kita menjadikan ini sebagai masukan dalam momen Kovensi Nasional Tentang Haluan Negara pada akhir Maret lalu,” sebutnya.

Ditambahkan Syahyu, kejelasan status pada laut tersebut akan membuat pemanfaatanya menjadi lebih optimal.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Polsek Bahorok Ajak Warga Manfaatkan Kerajinan Dari Pelepah Sawit Yang Bernilai Ekonomi

DERAS.CO.ID – Langkat – Kapolsek Bahorok AKP Pamilu H Hutagaol menggandeng kelompok pengrajin tangan di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *