Friday , October 19 2018
Beranda / Inspirasi / 5 Cara Sederhana Untuk Mengajarkan Keuangan Kepada Anak-Anak
shafiyyatul.com

5 Cara Sederhana Untuk Mengajarkan Keuangan Kepada Anak-Anak

Apakah kamu memiliki anak atau saudara yang masih kecil? Usia anak-anak merupakan usia yang tepat untuk mengajarkan kedisiplinan keuangan sejak dini, karena kebiasaan dari kecil cenderung dibawa hingga besar.

Disiplin keuangan ini tentu akan bermanfaat ketika kelak mereka telah dewasa dan terjun ke masyarakat.

Berbeda dengan orang dewasa, pelajaran keuangan untuk anak-anak tidak perlu dilakukan dengan menjejakan berbagai teori ekonomi dan keuangan.

Pelajaran praktek merupakan pelajaran keuangan yang paling tepat diberikan untuk anak-anak. Nah, simak cara sederhana untuk mengajarkan keuangan kepada anak-anak berikut:

1. Pakai celengan untuk wadah menabung
Wadah yang cocok digunakan oleh anak-anak ialah celengan. Ajarkan kepada anak kamu untuk menabung uang dan bonus yang ia peroleh dari kamu dan konsep perhitungannya secara sederhana.

Kalau kamu memberikannya Rp 20 ribu setiap kali anak selesai membantu membereskan rumah dan ia membantu kamu sebanyak 5 kali dalam satu minggu, maka dia akan menabung sebesar Rp 400 ribu dalam satu bulan.

Kalau dia ingin memiliki mainan atau mengumpulkan modal sebanyak Rp 1 juta, maka ia akan mendapatkannya dalam 5 bulan ke depan.

2. Ajarkan mencatat arus kas secara sederhana
Jelaskan secara sederhana tentang konsep uang masuk dan uang keluar. Kamu bisa memberikan buku khusus kepada anak kamu untuk mencontohkan cara disiplin mencatat pengeluaran seperti makanan dan membeli mainan di buku.

Kamu juga bisa mencontohkan cara mencatatkan pemasukan seperti uang jajan atau tambahan uang saku dari membantu kegiatan di rumah.

3. Berikan imbalan atas prestasi
Kamu bisa membuat kesepakatan dengan anak Kamu bahwa dia akan mendapatkan uang dari membantu pekerjaan rumah dan bonus apabila berhasil mendapatkan nilai ulangan di atas 90 berturut-turut.

Ingatkan bahwa uang yang dikumpulkan bisa ditabung atau bahkan memulai usaha kecilnya langsung setelah terkumpul.

4. Ajari cara berhemat sederhana
Ada banyak cara sederhana untuk berhemat yang dapat diajarkan kepada anak-anak. Misanya, setiap habis mencuci tangan dan mandi, pastikan agar keran air atau shower dimatikan untuk mencegah pemborosan air.

Kamu juga bisa mengajarkan untuk mematikan lampu meja sehabis belajar dan lampu ruangan saat akan tidur untuk menghemat listrik sekaligus membuat tidur lebih nyenyak.

5. Biarkan dia terlibat dalam bisnis Kamu
Kalau kamu memiliki bisnis sendiri, sekecil apapun skalanya, ajarkan kepada anak kamu cara menjalankan bisnis tersebut dengan sederhana.

Kamu bisa bermain peran bersama dengan dia untuk lebih mudah mengenalkan sistem bisnis kamu dan melibatkannya sungguhan dalam berbisnis.

Sumber : Kompas.com

Baca Juga

deras.co.id

Jack Ma: Saya Benci Mempekerjakan Orang yang Datang Sebagai Ahli

Dalam mengembangkan sebuah perusahaan tidak bisa dipungkiri butuh mempekerjakan orang yang tepat. Hal Itu diakui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *