Friday , October 23 2020
Beranda / Berita / Hamas Desak Liga Arab Seret Israel Ke Pengadilan Kriminal Internasional
deras.co.id
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh

Hamas Desak Liga Arab Seret Israel Ke Pengadilan Kriminal Internasional

Gaza, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh baru-baru ini menyerukan Liga Arab untuk menuntut Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Seruan Pemimpin Hamas ini disampaikan saat terjadinya komunikasi melalui sambungan telepon antara Ismael Haniyeh dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab yang berbasis di Kairo, Ahmed Abul-Gheit, pada Senin (02/04) lalu.

Pembicaraan keduanya itu membahas praktik-praktik brutal Israel terhadap rakyat Palestina.

Jumat (30/03) lalu, setidaknya 18 warga Palestina gugur menjadi martir dan lebih dari 1.500 korban lainnya luka-luka akibat tembakan pasukan zionis Israel selama aksi pawai damai “Gerakan Pulang Raya” [Great Return March] untuk memperingati Hari Tanah ke-42.

Haniyeh menekankan “perlunya membawa permasalahan ini ke Majelis Umum PBB untuk membahas kejahatan [Israel] dan membentuk Komisi Investigasi Khusus”, demikian menurut siaran pers kantor Ismael Haniyeh, dilansir dari Anadolu.

Dewan Keamanan PBB mengadakan sesi darurat pada hari Sabtu (31/03) atas permintaan Kuwait untuk membahas situasi krisis di perbatasan Gaza, tetapi Dewan Keamanan PBB gagal mengutuk kekerasan Israel terhadap para pengunjuk rasa Palestina.

Sekjen Liga Arab, Ahmed Abul-Gheit mengecam keras “kejahatan Israel terhadap peserta dalam aksi damai Gaza”.

Delegasi Liga Arab dijadwalkan bertemu pada hari Selasa (03/04) di Kairo untuk membahas tindakan Israel terhadap Palestina.

Menanggapi banyaknya korban jiwa dan luka dalam Aksi “Great Return March”, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan hari Sabtu sebagai hari berkabung nasional atas kematian belasan warga Palestina, Jumat (30/03).

Aksi demonstrasi Jumat adalah awal dari rentetan aksi protes selama 6 pekan yang memuncak pada tanggal 15 Mei, warga Palestina menyebutnya sebagai “Nakba”, atau “Malapetaka”, ketika Israel diciptakan.

Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diizinkan mendapatkan hak-haknya untuk pulang kembali ke kota-kota dan desa-desa yang keluarga mereka diami saat terpaksa melarikan diri, atau diusir dari tanah miliknya, saat negara Yahudi Israel dideklarasikan pada tahun 1948.

Sejak Jumat pagi, puluhan ribu warga Gaza berkumpul di perbatasan Timur Gaza sepanjang 45 kilometer yang berbasan dengan Israel untuk menegaskan kembali hak-hak mereka untuk pulang kembali ke rumah leluhur dan tanah air mereka di Palestina yang bersejarah.

Puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza, Jumat (30/03) lalu berkumpul di wilayah perbatasan Timur Gaza dengan Israel, di mana mereka menggelar aksi unjuk rasa “Great Return March” [Gerakan Pulang Raya] dalam rangka menegaskan kembali hak-hak mereka untuk kembali pulang ke rumah leluhur dan tanah air mereka di Palestina yang bersejarah.

Aksi demonstrasi massal Jumat (30/03) itu juga dimaksudkan untuk menekan Israel agar segera mencabut blokade terhadap wilayah pesisir Gaza yang sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Aksi ini didukung oleh hampir semua faksi politik Palestina, yang telah berulang kali menekankan bahwa kegiatan ini merupakan aksi damai.

Para aktivis Palestina menggambarkan kamp-kamp dan tenda-tenda perkemahan itu sebagai “titik pementasan untuk kami kembali ke tanah air dari mana kami diusir pada 1948”, dikutip dari Anadolu.

Meskipun aksi ini merupakan aksi damai, namun pasukan Israel menanggapinya dengan brutal hingga paling tidak 18 warga Palestina gugur menjadi martir akibat tindakan kejam dan brutal Militer Israel.

Sumber: panjimas.com

Baca Juga

deras.co.id

Plh. Bupati Asahan Buka Secara Resmi Rakornis TP PKK

Plh. Bupati Asahan Drs. John Hardi Nasution, M. Si, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis …