Tuesday , November 20 2018
Beranda / Berita / Ustadz Ini Minta Menag Keluarkan Namanya Dari Daftar 200 Ustadz Rekomendasi Kemenag
deras.co.id
Ust. Fahmi Salim

Ustadz Ini Minta Menag Keluarkan Namanya Dari Daftar 200 Ustadz Rekomendasi Kemenag

Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis daftar 200 nama muballigh. Tidak sembarang muballigh, tetapi muballigh yang memenuhi tiga kriteria, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, daftar nama muballigh yang dikeluarkan Kemenag itu dalam rangka menjawab semua pertanyaan dari masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang menanyakan kepada Kemenag terkait mubaligh yang bisa berceramah, baik di mushala, masjid, maupun tempat pengajian lainnya.

“Karena begitu banyaknya permintaan dan pertanyaan dari masyarakat, lalu kemudian kami di Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, ulama, termasuk masjid-masjid besar yang ada di Indonesia. Lalu, kemudian kami mendapatkan nama-nama itu,” ujar Menag dalam keterangan tulis di Jakarta, Ahad (20/5).

Menag juga menyatakan, rilis daftar 200 nama mubaligh bukanlah yang pertama dan bukan satu-satunya. Artinya, pada kemudian hari akan muncul nama-nama sesuai dengan masukan yang diterima dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam.

“Sehingga mereka bisa kita manfaatkan ilmunya. Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan.”

Baca juga: Antara Ustadz Rekomendasi Kemenag dan Ustadz Pilihan Ummat

Ustaz Fahmi Salim yang namanya masuk dalam daftar memilih ingin keluar dari daftar. Setelah dikonfirmasi Republika.co.id, Sabtu (19/5) ustaz Fahmi membenarkan keinginannya agar Menteri Agama RI mencabut namanya.

“Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta saudara Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syakwasangka, distrust di antara para muballigh dan dai,” kata dia.

Ia tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air. Ustaz Fahmi telah memiliki ideologi sendiri dan tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak mana pun.

“Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan umat,” katanya.

Ia juga telah menerima dengan ikhlas atas pencoretan namanya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017. Bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.

“Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun, kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan,” katanya.

Ia mempersilakan agar penduduk bebas menyimak isi khutbah, ceramah dan tausiyah kajiannya di berbagai media. Juga wawancara di media online dan cetak, di seminar atau konferensi juga tanpa pembatasan.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Gathering HUT ke-57, Tingkatkan Kekeluargaan & Silaturahmi KB Bank Sumut dan Nasabah

Medan, Seribuan warga mengikuti jalan santai dalam rangka Gathering HUT ke 57, Keluarga Besar PT …