Tuesday , November 13 2018
Beranda / Berita / Latar Belakang Munculnya Rekomendasi 200 Muballigh Versi Menag
deras.co.id

Latar Belakang Munculnya Rekomendasi 200 Muballigh Versi Menag

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyambangi DPR hari ini. Dirinya hendak mengklarifikasi terkait 200 Mubalig, Lukman menilai polemik ini bermula banyak pihak tidak mengetahui asal muasal daftar 200 Mubaligh Kemenag.

“Rilis 200 nama itu sesungguhnya bagian yang tidak terpisahkan dari pemberitaan yang kami turunkan yang dibuat oleh Kemenag dimana dalam pemberitaan itu sebenarnya berisi tentang latar belakang. Secara tegas kami jelaskan sifat rilis ini yang hakikatnya adalah sementara,” ujar Lukman di gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5).

Lukman kembali menekankan rilis 200 Mubalig tersebut menjadi tahap pertama dan akan terus diperbaharui. Bahkan, seiring dengan masukan masyarakat dan ormas Islam diharapkan mengalami penyempurnaan daftar Mubalig.

“Dalam berita itu kami juga cantumkan nomor kontak kami bentuknya WhatsApp, untuk kami bisa menerima masukan terhadap rilis yang kami keluarkan. Jadi sebagai call center kami bisa menambahkan sesuai usulan masyarakat,” jelasnya.

Kemenag mengakui telah berkordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dirinya mengatakan MUI telah rapat dengan ormas-ormas Islam lain, sehingga nantinya MUI dapat menentukan sikap terkait nama-nama yang akan dicermati dari 200 nama tersebut.

“Tentu menimbulkan banyak tafsiran, sebagaimana masukkan bahkan kritik-kritik. Kami menerima banyak masukan, bahkan lebih dari 200 nama itu seluruhnya baik rilis pertama, kami sampaikan kepada MUI,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR, Yandri Susanto memberikan apresiasi atas permintaan maaf Lukman. Tetapi dengan tegas Yandri meminta Kemenag mencabut daftar 200 Mubalig tersebut. “Bapak sudah minta maaf bagus pak, tapi jangan diteruskan lagi pak,” ujar Yandri kepada Menag.

Yandri menambahkan Kemenag bukanlah sebuah lembaga yang dapat menilai baik atau buruknya seorang ulama. “Jadi saran saya pak Menteri kita akhiri saja, dan semua memaklumi kekeliruan itu semua,” pungkasnya.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Pemanfaatan Konstruksi Bangunan Alami Tanpa Merusak Alam

Medan, Isu lingkungan dan green building yang menjadi fokus utama dunia secara global yang pesat tanpa …