Monday , October 15 2018
Beranda / Berita / Google Digugat, OS Android Terancam Jadi Berbayar
deras.co.id

Google Digugat, OS Android Terancam Jadi Berbayar

Google terancam tidak menggratiskan lagi sistem Android. Hal ini lantaran Google digugat sebesar USD5 Miliar atau sekira Rp72,5 Triliun oleh Komisi Anti Monopoli (Persaingan Usaha) Uni Eropa. Mereka menuduh bahwa Google telah memonopoli pasar perangkat Android secara tidak sehat.

Melansir The Verge, Selasa (24/7/2018) menanggapi hal tersebut, CEO Google, Sundar Pichai menyoroti fakta bahwa pengguna Android pada umumnya akan menginstal sekitar 50 aplikasi sendiri (bundling aplikasi).

Kemudian, mereka juga dapat dengan mudah menghapus aplikasi yang sudah diinstal. Tetapi jika Google tidak dapat memaketkan aplikasinya sendiri, maka itu akan mempengaruhi ekosistem Android.

“Jika pembuat ponsel dan operator jaringan seluler tidak dapat menyertakan aplikasi kami di berbagai perangkat mereka. Itu akan mengganggu keseimbangan ekosistem Android,” jelas Pichai.

Lebih lanjut, dia mengisyaratkan jika model bisnis Android bisa gratis, karena bergantung pada bundling aplikasi yang diterapkan oleh Google selama ini.

“Sejauh ini, model bisnis Android berarti bahwa kami tidak perlu mengenakan biaya kepada pembuat ponsel untuk teknologi kami, atau bergantung pada model distribusi yang dikontrol ketat,” kata Pichai.

Dia menambahkan, “Tetapi kami khawatir gugatan tersebut akan mengganggu keseimbangan yang kami hadapi dengan Android. Hal ini mengirimkan sinyal bermasalah yang mendukung sistem kepemilikan atas platform terbuka”.

Pernyataan Pichai tentang model bisnis Android terlihat sebagai tembakan peringatan kepada konsumen, pembuat ponsel, dan Komisi Anti Monopoli Uni Eropa.

Google memperingatkan bahwa model bisnis Android-nya sekarang bisa berubah, dan itu mungkin berarti perusahaan perlu mempertimbangkan pemberian lisensi Android kepada pembuat ponsel.

Terlebih pihak Komisi Anti Monopoli, masih belum memberikan saran tentang bagaimana Google harus menyelesaikan pelanggaran bundling aplikasi.

Sumber: okezone.com

Baca Juga

deras.co.id

Pengurus HMPPDR Minta Ombudsman Pusat Sikapi Kasus Polling Pilpres

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Dolok Raya (HMPPDR) meminta Ketua Ombudman Pusat menyikapi …