Friday , September 21 2018
Beranda / Berita / Sidang Tahunan MPR, 5 Klaim Keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK, No.1?
deras.co.id
Presiden Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR RI 2018 di Gedung Parlemen, Senayan(Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Sidang Tahunan MPR, 5 Klaim Keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK, No.1?

Jakarta, Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada sidang MPR, DPR, dan DPD pagi ini, Kamis 16 Agustus 2018, yang digelar untuk memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia. Jokowi pun menyampaikan kinerja pemerintahannya selama menjabat sebagai Presiden.

Sejumlah klaim keberhasilan, khususnya di bidang ekonomi pun digaungkan Jokowi dalam kesempatan itu. Seperti yang dihimpun VIVA, Kamis 16 Agustus 2018, berikut ini daftarnya.

1. Pengangguran menurun di Indonesia

Jokowi mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Tanah Air. Tujuan utamanya adalah membuat perekonomian bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa.

“Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen,” ujar Jokowi

2. Ketimpangan RI terendah enam tahun terakhir

Jokowi menyebutkan Indonesia mencapai tingkat ketimpangan terendah dalam enam tahun terakhir. Rasio Gini sudah turun menjadi 0,389.

Namun, menurut Presiden, upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak pernah berhenti. Pemerintah merancang banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat agar pemerataan pendapatan bisa segera diwujudkan.

3. Kembalikan pengelolaan blok migas dan tambang

Jokowi mengungkapkan, keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan juga diwujudkan pemerintah dalam sektor migas seperti mengambil alih blok-blok migas dari tangan asing. Selain itu, divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia terus dilakukan.

4. Tingkatkan daya saing nasional 

Menurut Jokowi, berbagai program reformasi struktural telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional secara signifikan.

Hasilnya, peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia melompat 48 peringkat selama tiga tahun menjadi posisi 72 pada 2018. Kemudian, peringkat Global Competitiveness Index naik 5 peringkat dari posisi 41 pada 2016 menjadi di posisi 36 pada 2017.

Kepercayaan dunia internasional terhadap ketangguhan dan prospek positif ekonomi Indonesia juga terlihat dengan Indonesia sudah mendapatkan peringkat investment grade atau layak investasi, dari lembaga-lembaga pemeringkat internasional ternama, seperti Moody’s, Fitch, dan Standar and Poor’s.

5. Infrastruktur makin terintegrasi

Jokowi mwnjabarkan, antara 2015 hingga 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatifnya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. Dan tol laut pun sudah dikembangkan mencapai 477 lokasi.

“Kita terus membangun dan mengintegrasikan jalan Trans Sumatera, Trans Jawa, Trans Papua, yang membuka kesempatan-kesempatan baru bagi rakyat. Jalan-jalan baru tersebut menjadi bagian dari keberhasilan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun ini, yang berjalan lancar, nyaman, dan penuh keriangan,” ungkap Presiden.

Sumber: viva.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Wahana Parker Solar Probe Akhirnya Mencapai Matahari

Sejak awal NASA dibentuk, pada tahun 1958, salah satu hal yang selalu menjadi pusat perhatian NASA adalah Matahari. Sering terlontar …