Saturday , November 17 2018
Beranda / Berita / Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Seminar Kongres Boemipoetra
deras.co.id

Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Seminar Kongres Boemipoetra

Medan, Ribuan masyarakat dengan sangat serius mengikuti seminar Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia Bagian Barat yang digelar di Garuda Plaza Hotel yang berada di Jalan SM Raja Medan, Selasa (11/9).

Acara seminar yang dihadiri tokoh-tokoh nasional, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan berbagai Organisasi Kepemudaan ( OKP ) dan Organisasi Masyarakat ( Ormas) di kota Medan ini juga menampilkan pembicara dari akademisi dan para praktisi yang pakar di bidangnya masing-masing.

” Sebagai pembicaranya ada Prof Dr Kaelan yang akan bicara soal status boemipoetra menurut paradigma ideologi Pancasila. Kemudian Dr Mulyadi MSi akan berbicara status boemipoetra Indonesia pra invansi Belanda dan pasca invansi hingga era reformasi serta ada Prof Dr Sobar Sutisna, Dr M Dahrin La Ode, Dr Syahganda Nainggolan, Jenderal TNI ( Purn) Joko Santoso, Dr Ichsanudin Noorsy, Marzuki Ali dan Ratna Sarumpaet. Sedangkan tokoh daerah yang bicara pada seminar seperti Prof Suteki SH, Shohibul Ansar Siregar serta Prof Dr H Hasim Purba,” kata Ketua Panitia wilayah Sumut, Dr Ir Masri Sitanggang MP yang didampingi Ketua Panitia Nasional Pra Kongres Boemipoetra Nusantara, Muhardi Zainudin ketika ditanya wartawan.

Masri Sitanggang menjelaskan latar belakang dilaksanakannya seminar ini dikarenakan di usia 73 tahun kemerdekaan RI, ternyata negara kita masih banyak persoalan-persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua elemen masyarakat terutama persoalan keadilan dan kesejahteraan, justru kian jauh dari cita-cita founding father. Hal ini kata Masri tercermin dari penguasaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang hanya dinikmati oleh segelintir orang, dimana sebanyak 1 persen orang kaya di Indonesia menguasai 46 persen kekayaan Indonesia. Selain itu, sumber-sumber penghidupan yang strategis seperti energi, pangan, air, tanah, dan finance telah dikuasai asing.

Seminar Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia yang bertajuk Boemipoetra pendiri NKRI, Boemipoetra pemilik NKRI dan Boemipoetra penguasa NKRI masih ditambahkannya hanya ingin mengungkapkan dan menegaskan kembali atas peran, hak dan kewajiban Boemipoetra dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk menyikapi secara kritis dan komperhensif permasalahan yang terjadi saat ini khususnya masalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin tajam.

” Selain itu tujuannya juga menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas bahwa boemipoetra merupakan pendiri, pemilik, penguasa NKRI dan mewujudkan kekuasaan boemipoetra Nusantara Indonesia pada setiap dimensi astra gatra nasional,” terangnya.

Pilih Kotak Kosong Daripada Jokowi

Sementara itu Ketua Majelis Syuro DPP Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban yang juga hadir dalam acara Kongres Boemipoetra ketika ditanya soal Pilpres 2019, dirinya dengan tegas kalau PBB akan memilih pemimpin yang berpihak kepada umat sesuai dengan ijtima ulama.

Bahkan ia juga mengaku kalau perintah Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra kepada seluruh kader PBB sudah jelas tidak akan memilih Jokowi di ajang Pilpres 2019 mendatang. ” Ucapan Pak Yusril itukan sudah jelas, seandainya yang bertarung di Pilpres Jokowi melawan kotak kosong maka kader PBB akan menyoblos kotak kosong tersebut,” terang MS Kaban.

Pemerintah sekarang ini menurutnya hanyalah melanjutkan komitmen-komitmen yang dirancang oleh blok-blok kapitalis dan jika harus bekerjasama dengan pihak lain hendaknyalah memikirkan juga siapa yang harus diuntungkan terlebih dahulu dalam hal tersebut.

” Sumber Daya Alam (SDA) semua berpihak ke company makanya bagi siapa yang bakal jadi Presiden nantinya harus berpikir untuk menaikan derajat pribumi demi kepentingan Indonesia,” pungkas MS Kaban yang juga inisiator acara tersebut.

Sedangkan Jenderal TNI ( Purn) Joko Santoso yang menjadi pembicara mengaku dengan masuknya liberilasasi menjadi munculnya kapitalisme yang sekarang ini sedang kita hadapi bersama. Dimana kalau zaman dahulu menjajah dengan perang menggunakan peluru timah sekarang ini pakai uang.

” Indonesia terancam yang ribuan pulaunya bisa saja hilang karena banyak orang yang ingin menjarahnya. Maka dari itu jadilah tuan di negeri sendiri,” terang Jenderal TNI ( Purn) Joko Santoso.

Dalam memperjuangkan agar negara kita tidak terjarah Ketua Tim Sukses ( Timsel ) Prabowo- Sandi mengaku harus bisa membangun pemahaman serta melakukan konsolidasi nasional.

” Sekarang ini rakyat makin susah, makanya agar kesejahteraan dan keadilan itu bisa dirasakan haruslah kembali ke UUD 1945 Pasal 33. Seandainya yang berkuasa tidak terima tapi kita harus terus berteriak,” pungkas mantan Panglima TNI ini.

Dalam kesempatan itu dirinya juga mengingatkan dan mengajak para peserta seminar agar memilih pemimpin yang Pancasialis dan harus kritis serta berpikir cerdas, sebab jika salah pilih pemimpin negara ini akan punah. P09

Baca Juga

deras.co.id

Survey Tingkat Kepuasan Pelayanan Listrik, Kinerja PLN Belum Maksimal

Medan, Media berbasis siber, Onlinesumut.com kembali menggelar survei. Setelah turut ambil bagian dalam Pilkada di …