Sunday , November 18 2018
Beranda / Berita / Lembaga Sensor Film RI dan UNIMED Sosialiasikan Budaya ‘Sensor Mandiri’
deras.co.id

Lembaga Sensor Film RI dan UNIMED Sosialiasikan Budaya ‘Sensor Mandiri’

Medan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan bersama Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Universitas Negeri Medan dengan tema “Masyarakat Sensor Mandiri, Wujud Kepribadian Bangsa” di Ruangan Audiovisual lt. 3 FIS (6/9). Acara ini dihadiri Dekan FIS Unimed Dra. Nurmala Berutu, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Deny Setiawan, M.Si., Wakil Dekan II Dra. Flores Tanjung, M.A., beserta Kaprodi, dosen dan mahasiswa dari setiap program studi di lingkungan FIS.

Dekan FIS Unimed Dra. Nurmala Berutu, M.Pd., menyampaikan pada pembukaan acara bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman soal regulasi film yang memiliki kaitannya dengan perkembangan masa kini. “Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah karena regulasi film juga berbicara soal budaya, media, dan sebagainya yang berkaitan dengan komunikasi dan perkembangan informasi saat ini”, ungkap Dra. Nurmala Berutu.

Drs. Syamsul Lusa, M.A., anggota Lembaga Sensor Film Republik Indonesia sebagai Pemateri menyampaikan sejumlah hal penting mengenai mengapa sensor mandiri harus dilakukan di era perkembangan film di Indonesia saat ini, diantaranya menyangkut perubahan teknologi, revolusi digital, konversi teknologi dan konvergensi media serta perubahan perkembangan teknologi.
Lanjut Drs. Syamsul Lusa, M.A., “hal penting tersebut sangat mempengaruhi pola perilaku masyarakat bagaimana menonton film diera digital, kapan dan dimana sudah bisa mengakses film dengan mudah, dengan adanya kemudahan-kemudahan yang didapat masyarakat saat ini harus mampu diimbangi dengan kemampuan masyarakat (penonton) untuk memilih dan memilah jenis-jenis film yang benar-benar layak dan pas untuk ditonton”.

Dr. Ida Liana Tanjung, S.Pd., M.Hum., sebagai narasumber kedua menyampaikan “budaya sensor mandiri dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai historis dan budaya pada masyarakat. Begitu juga dengan keluarga dan institusi juga dapat sebagai menjadi ruang untuk penanaman nilai nilai tersebut”. Ungkap Dr. Ida.

Peran LSF melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku jika ada film yang tidak sesuai dengan amanah undang-undang mengenai perfilman di Indonesia tentu akan ada proses sensor.

Sumber: unimed.ac.id

Baca Juga

deras.co.id

Tausiyah Menyambut HUT Ke-57, Bank Sumut Hadirkan Syekh Ali Jaber

Medan, menyemarakkan Hut ke 57 Tahunnya, PT Bank Sumut menggelar tausiyah dan dzikir bersama Syekh …