Monday , July 15 2024
Beranda / Berita / Mikroplastik Dalam Ikan dan Garam Laut Mengancam Indonesia
deras.co.id
Ilustrasi mikroplastik yang mengapung di lautan(Tunatura/Getty Images/iStockphoto)

Mikroplastik Dalam Ikan dan Garam Laut Mengancam Indonesia

Pencemaran plastik di laut semakin hari semakin mengkhawatirkan. Selain meracuni organisme di laut, pencemaran ini juga turut mengancam kesehatan manusa. Dalam penelitian terbaru, garam dan ikan di Indonesia pun sudah terkontaminasi mikroplastik.

Mikroplastik pada garam dan ikan di Indonesia terungkap dalam dua penelitian terpisah yang dilakukan oleh peneliti Universitas Hasanuddin Makassar dan Pusat Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

“Kami menemukan adanya 10-20 partikel plastik mikro per kilogram garam. Jenis plastik pada garam mirip dengan temuan di air, sedimen, dan biotanya,” ucap Reza Cordova seorang peneliti kimia laut dan ekotoksikologi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Reza melakukan penelitian terhadap mikroplastik pada garam di beberapa tambak daerah pantai utara Jawa, yakni Pati, Kudus, Demak, dan Rembang.

“Kami menduga plastik mikro pada garam ini berasal dari air laut yang memang sudah tercemar. Selain itu, ada juga kemungkinan masuknya plastik mikro setelah pemanenan karena banyak menggunakan plastik,” ucap Reza.

Mikroplastik adalah partikel plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter, atau sebesar biji wijen, hingga 330 mikron (0,33 mm). Plastik nano ukurannya lebih kecil dari 330 mikron.

Sementara itu, tim peneliti dari Universitas Hasanuddin juga melakukan penelitian di tambak garam Janeponto, Sulawesi Selatan.

“Kami mengambil contoh air, sedimen, dan garam pada tambak yang airnya bersumber dari saluran primer laut. Ada delapan titik yang di-sampling dengan dua kali ulangan, jadi kami kumpulkan 16 sampel air dan sedimen,” ucap Akbar Tahir seorang guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Akbar juga menambahkan terdapat tujuh sampel garam yang diteliti positif mengandung mikroplastik dengan total kontaminasi sebesar 58,3 persen.

Sedangkan, 11 dari 16 sampel air yang diteliti mengandung 31 partikel mikroplastik. Dan tingkat kontaminasinya secara keseluruhan sebesar 68,75 persen. Jika untuk sedimen, dari 16 sampel yang diperiksa, ditemukannya 41 partikel mikroplastik dengan tingkat kontaminasi sebesar 50 persen.

“Total kontaminasi ini dihitung dari jumlah sampel positif terhadap total sampel yang diteliti,” ucap Akbar.

Menurut Reza, dugaan sumber pencemar pada garam tersebut dapat ditelusuri jejaknya dengan penemuan pencemaran mikroplastik pada air laut.

“Sebagian besar sumber plastiknya kami duga berasal dari plastik sekali pakai seperti kantung plastik. Ada juga plastik dari jaring nelayan dan juga pakaian,” ucap Reza.

Reza menambahkan penelitiannya terhadap kandungan plastik mikro di laut dilakukan di 13 lokasi dan semuanya tercemar dengan tingkat dari 0,25 partikel per meter kubik hingga hampir 10 partikel per meter kubik.

“Paling tinggi cemaran mikroplastiknya di pesisir Jakarta dan Sulawesi Selatan, yaitu antara 7,5 sampai 10 partikel per meter kubik,” ucap Reza.

Reza mengatakan penelitiannya terhadap ikan teri dan sejenisnya di 10 lokasi yang berada di Indonesia juga sudah tercemar oleh plastik mikro.

“Sebanyak 58-89 persen ikan yang kami teliti mengandung plastik mikro. Paling tinggi konsentrasinya kami temukan di Makassar dan Bitung,” tambah Reza.

Sebelumnya, riset yang dilakukan bersama Universitas Hasanuddin dan University of California Davis menemukan pencemaran mikroplastik di saluran pencernaan ikan dan kernag yang dijual di tempat pelelangan ikan terbesar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukannya sepertiga sampel atau 28 persen ikan yang diteliti yang mengandung plastik mikro.

Terdapat 76 ikan yang diteliti kandungan plastik mikronya dari 11 jenis ikan yang berbeda. Dari ikan teri hingga tongkol yang tercemar. Untuk ikan teri, dari 10 ekor terdapat 4 ekor yang tercemar plastik.

Sumber: nationalgeographic.grid.id

Baca Juga

deras.co.id

SDN 106174 Salabulan, Sibolangit Hanya Punya 26 Siswa, 1 Murid di Kelas VI

DERAS.CO.ID – SIBOLANGIT | UPT SPF (Satuan Pendidikan Formal) SD Negeri 106174 Salabulan, Kecamatan Sibolangit, …