Thursday , April 25 2019
Beranda / Berita / Pantaskah Ketum PPP Menyalahkan Ucapan Do’a Seorang Kyai Maimoen?
deras.co.id
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Maimoen Zubair (kedua kiri) dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kiri) saat menghadiri acara Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantaskah Ketum PPP Menyalahkan Ucapan Do’a Seorang Kyai Maimoen?

Jakarta, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengklarifikasi potongan video Kyai Maimoen Zubair mendoakan keberhasilan Prabowo Subianto, saat menerima Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/2), Romahurmuziy menyebut Kyai Maimoen salah mengucap ketika berdoa, menyebut nama Prabowo, padahal yang dimaksud Jokowi.

“Beliau memang salah mengucap. Terbukti bahwa antara isi doa sebelumnya dan ucapan ‘Prabowo’ tidak nyambung,” kata Romi, sapaan akrabnya.

Menurut Romi yang ikut hadir dalam pertemuan itu, Kyai Maimoen jelas melafalkan hadza rois atau presiden ini dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya.

“Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama,” kata Romi.

Sebenarnya, lanjut Rommy, beredar juga video klarifikasi atau lanjutannya yang tidak pernah diedarkan oleh para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

“Di video kedua, Mbah Moen menegaskan doanya ditujukan untuk Pak Jokowi. ‘ … La Pak Prabowo Innama Pak Jokowi, Joko Widodo’ (bukan Prabowo, melainkan Joko Widodo),” katanya.

Bahkan, menurut Romi, sebagai penegasan, dalam doanya agar calon pejawat terpilih lagi sebagai presiden, Kyai Maimoen menyebut dua kali, yakni Jokowi dan Joko Widodo.

Sumber : antaranews.com

Baca Juga

deras.co.id

Satire RR: Bathil, Penonton Bersusah Payah Mengawasi Wasit Agar Tidak Curang

Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 terus menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Sebab, indikasi temuan-temuan kecurangan terus bermunculan …