Monday , February 18 2019
Beranda / Berita / Silaturrahim Dengan Ulama Besar NU, UAS Dapat Gelar Baru
deras.co.id
Mubaligh kenamaan Ustaz Abdul Somad (UAS) bertamu ke kediaman pemimpin Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya, Jumat (8/2) lalu. (Foto: ist)

Silaturrahim Dengan Ulama Besar NU, UAS Dapat Gelar Baru

Jakarta, Mubaligh kenamaan Ustadz Abdul Somad (UAS) bertamu ke kediaman pemimpin Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya, Jumat (8/2) lalu. Hal itu dibenarkan sekretaris jenderal JATMAN, KH Mashudi.

“UAS datang di (rumah) Habib Luthfi itu silaturahim biasa,  seperti tamu lainnya. Sebab, siapapun yang hadir silaturahim, beliau (Habib Luthfi) sangat welcome,” kata Kiai Mashudi dalam pesan singkat kepada Republika.co.id, Sabtu (9/2).

Adapun Mudir Am JATMAN Kiai Wahfiuddin juga membenarkan kabar tersebut. Lebih lanjut, katanya, Habib Luthfi juga menawarkan kepada UAS untuk menjadi anggota JATMAN.

“Habib Luthfi menawarkan Syekh Abdusshamad (UAS) untuk masuk dalam jajaran pengurus aliyah (nasional) JATMAN. Tapi, belum ada realisasinya, masih sedangn dipertimbangkan untuk masuk di posisi mana,” ujar KH Wahfiuddin dalam pesan singkat, Sabtu (9/2).

Dihubungi terpisah, UAS mengungkapkan kesan pertemuan itu. Ulama kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, itu menceritakan perjalanannya sowan ke tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Mulanya, UAS terlebih dahulu singgah di Semarang, Jawa Tengah. Di kota tersebut, alumnus Universitas al-Azhar (Mesir) itu dijemput sejumlah sahabatnya, antara lain KH Anis Maftuhin, KH DR Fadholan, dan KH DR Muhammad Afifuddin.

Destinasi berikutnya adalah sebuah pesantren yang diasuh Kiai Fadholan. Lembaga tersebut berlokasi di sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Setelah selesai kegiatan di sana, UAS dan rombongan beranjak ke Pekalongan. Dalam perjalanan ini, dia sempat berjumpa dengan sahabatnya kala kuliah di Mesir dahulu, KH Arif Hasanul Muna.

Mubaligh kenamaan Ustaz Abdul Somad (UAS) bertamu ke kediaman pemimpin Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya, Jumat (8/2) lalu.

“Silaturahim ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Masya Allah, menyejukkan, zahir dan batin. Mohon ijazah zikir, doa, dan nasihat,” kata Ustadz Abdul Somad kepada Republika.co.id, Sabtu (9/2), mengenang perjumpaan dengan Habib Luthfi yang berlangsung kemarin.

Sebagai bentuk penghormatan, Habib Luthfi memanggil UAS dengan sebutan baru yang jarang didengar publik umumnya, yakni Syekh Abdusshamad.

“’Jangan panggil ustadz, panggil Syaikh Abdusshamad.’ Ungkapan Habib Luthfi bin Yahya itu saya anggap cara beliau mengangkat nama saya,” ujar UAS.

Alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu meneruskan, begitu banyak nasihat yang diperolehnya dari ulama-sufi yang lahir di Pekalongan 71 tahun silam itu.

Sebagai contoh, Habib Luthfi berkata kepadanya, “Pohon itu, kalau sudah berbuah, akan ada kalong, ada semut, ada hama. Itu baru pohon. Kalau cuma berbunga, belum pohon besar.”

Bagi UAS, petuah sang tuan rumah penuh hikmah dan makna yang dalam.

asihat lainnya berbunyi, “Lautan itu luas. Ada perahu Qadiriyah yang dibawa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani; ada perahu Naqsyabandiyah; tapi, lautannya tetap, (yakni) La-ilaaha-illallah.”

Habib Luthfi, seperti dituturkan UAS, mengimbaunya agar selalu menjaga Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Beliau (Habib Luthfi) melanjutkan agar (UAS) tetap menjadi benteng Ahlussunnahwaljama’ah,” ujar dia.

Dalam kesempatan ini, UAS juga membawa sebuah buku karya kakeknya, yang telah di-tahqiq muqabalah dengan beberapa kitab tasawuf. UAS, yang disapa Syekh Abdusshamad oleh sang tuan rumah, kemudian mencocokkan nama-nama sanad tarekat.

UAS menuturkan, Habib Luthfi sangat hafal sanad hingga kepada Rasulullah SAW. Silsilah tarekat Naqsyabandiyah Habib Lutfi bin Yahya adalah sebagai berikut.

Habib Lutfi bin Yahya memeroleh talqin zikir dari Syaikh Abdul Malik. Syaikh Abdul Malik dari Syaikh Muhammad Ilyas. Selanjutnya, Syaikh Muhammad Ilyas dari Syaikh Sulaiman Zuhdi.

“Syaikh Sulaiman Zuhdi ini titik pertemuan silsilah zikir ulama-ulama Naqsyabandiyah Indonesia.

Sebagai contoh, di Aceh Syaikh Prof Muhibuddin Wali memeroleh talqin zikir dari Syaikh Muhammad Wali. Syaikh Muhammad Wali dari Syaikh Abdul Ghani al-Kampari (Riau). Syaikh Abdul Ghani dari Syaikh Sulaiman Zuhdi.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Aliansi Komunitas Ingin Turut Membangun Siantar

Dua puluh komunitas yang tergabung dalam Forum Aliansi Komunitas Pematang Siantar melaksanakan Silaturahim dan Workshop …