Monday , August 10 2020
Beranda / Berita / Gara-Gara Plastik, Sekolah Islam Ini Wakili Indonesia Di Ajang Teknologi Internasional 2019

Gara-Gara Plastik, Sekolah Islam Ini Wakili Indonesia Di Ajang Teknologi Internasional 2019

Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., pada Selasa (19/2) melepas keberangkatan delegasi SMP YPSA mengikuti Malaysia Technology Expo (MTE) 2019, The18th International Expo on Inventions and Innovations pada tanggal 21-23 Februari 2019 di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur-Malaysia.

Miss Kiki sapaan akrab Sekretaris Umum YPSA ini mengimbau agar siswa-siswi SMP mempersiapkan segala keperluan dan kebutuhannya di sana.

“Selain persiapan presentasi produk, kalian juga harus mempersiapkan mental dan kesehatan karena akan jauh dari keluarga dan tanah air. Sesampai di sana perhatikan sikap dan disiplin kalian, tunjukkan kita orang Indonesia juga punya karakter,” kata Miss Kiki sebutan akrab Sekum YPSA ini.

Kepala SMP YPSA Irsal Efendi mengatakan saat acara pelepasan “salah satu misi SMP YPSA yakni membawa pelajar SMP YPSA ke kompetisi internasional dan membiasakan siswa dalam proses berpikir kritis untuk melakukan penelitian – penelitian. Alhamdulillah kemarin penelitian siswa kita diterima panitia Malaysia Technology Expo”.

“Siswa-siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah yang akan berangkat atas nama Shahira Syahriza, Nadia Maharani, Rizky Aulia Putra, Muhammad Zaki Akbar, Rafi Arya Alfaed, Vania Chayara Ersa, Alsya Putro Myraziva, Siti Rafa Najmah, dan guru pembimbing M. Cio Robbi dan Siti Sari”, kata Irsal.

“Siswa-siswi ini menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar pati biji mangga dan nanosilika sekam padi yang diberi nama Mang OSA plastik. Ide ini muncul karena kepedulian siswa-siswi melihat kasus Paus yang mati disebabkan oleh sampah plastik diperairan Wakatobi”, tambahnya kembali.

Menurut pelatih Ekskul Penelitian M. Cio Robbi, “Proses pembuatan mang osa dimulai dengan mencampur ekstrak pati biji mangga dan nanosilika sekam padi dengan penambahan NaOH dan gliserin, selanjutnya dipanaskan sembari diaduk hingga menjadi jell, kemudian dicetak kedalam cetakan selanjutnya dikeringkan selama 5 hari dibawah sinar matahari hingga menjadi lembaran plastik”.

Penelitian siswa ini diharapkan dapat menjadai prototipe bagi perkembangan produksi plastik di kemudian hari bagi masyarakat yang peduli akan lingkungan hidup”, ucap Cio sebagai penutup.

Baca Juga

deras.co.id

ISRAEL yang Sekarang Bukan Keturunan NABI YAKUB

HAKEKATNYA ISRAEL YANG SEKARANG INI BUKAN KETURUNAN NABI YAKUB pada abad ke 7 di Russia …