Monday , August 10 2020
Beranda / Berita / Harumkan RI Di Ajang Penelitian Tingkat Internasional 2019, Sekolah Ini Raih Medali Perak
ypsa.id

Harumkan RI Di Ajang Penelitian Tingkat Internasional 2019, Sekolah Ini Raih Medali Perak

Siswa-siswi SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) meraih SILVER Medal pada penelitian tingkat International dalam ajang Malaysia Technologi Expo (MTE) 2019 Innovation Marketplace 21-23 Februari 2019 di Malaysia.

Menurut Kepala SMP YPSA Irsal Efendi “Selain mendapatkan Silver Medals, Tim Penelitian Mang Osa Plastic siswa-siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah juga mendapatkan SPECIAL AWARD dari MACRI (Malaysian Association of Creativity and Innovation) sebagai bentuk apresiasi kepada Tim Mang Osa Plastic dalam ajang Malaysia Technology Expo 2019 yg diserahkan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019”.

“Indonesia sendiri mengirimkan 42 tim dari berbagai daerah Indonesia termasuk YPSA. Baik SMP, SMA, Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya, dan lain sebagainya. Untuk peserta keseluruhan selain diikuti oleh Indonesia dan Malaysia sebagai tuan rumahnya, juga di ikuti oleh Taiwan, dan Kroasia”, ungkapnya.

“Siswa-siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah yang meraih medali yakni Shahira Syahriza, Nadia Maharani,
Rizky Aulia Putra, Muhammad Zaki Akbar, Rafi Arya Alfaed, Vania Chayara Ersa, Alsya Putro Myraziva, dan Siti Rafa Najmah. SMP YPSA juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pembina dan Ketua Umum YPSA yang telah mendukung penuh dan memfasilitasi penelitian SMP YPSA”, ucap Irsal.

Menurut guru pendamping Penelitian M. Cio Robbi, “Siswa-siswi ini menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar pati biji mangga dan nanosilika sekam padi yang diberi nama Mang OSA plastik. Ide ini muncul karena kepedulian siswa-siswi melihat kasus Paus yang mati disebabkan oleh sampah plastik diperairan Wakatobi”, tambahnya kembali.

“Proses pembuatan mang osa dimulai dengan mencampur ekstrak pati biji mangga dan nanosilika sekam padi dengan penambahan NaOH dan gliserin, selanjutnya dipanaskan sembari diaduk hingga menjadi jell, kemudian dicetak kedalam cetakan selanjutnya dikeringkan selama 5 hari dibawah sinar matahari hingga menjadi lembaran plastik”.

Penelitian siswa ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi perkembagan produksi plastik di kemudian hari bagi masyarakat yang peduli akan lingkungan hidup” Ucap Cio sebagai penutup.

Baca Juga

deras.co.id

ISRAEL yang Sekarang Bukan Keturunan NABI YAKUB

HAKEKATNYA ISRAEL YANG SEKARANG INI BUKAN KETURUNAN NABI YAKUB pada abad ke 7 di Russia …