Tuesday , April 23 2019
Beranda / Berita / Kejam, Begini Kronologi Teror Pembantaian Di Masjid Selandia Baru
deras.co.id

Kejam, Begini Kronologi Teror Pembantaian Di Masjid Selandia Baru

Sebanyak 50 orang meninggal dunia dan 48 lainnya cedera dalam peristiwa penembakan terhadap jemaah dua masjid yang tengah menunaikan ibadah salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, (15/3).

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut kejadian itu sebagai salah satu “hari terkelam” negara tersebut.

“Inilah yang kami ketahui sejauh ini tentang serangan itu”.

Penembakan pertama berlangsung di Masjid Al Noor, di pusat kota Christchurch. Seorang pria bersenjata yang menggunakan nama Brendon Tarrant menyiarkan secara langsung aksi penembakan melalui Facebook dengan perangkat kamera yang dapat dipasang di kepala.

Tayangan menunjukkan pria itu menembaki pria, perempuan, dan anak-anak di dalam masjid dari jarak dekat menggunakan senjata api semi-otomatis.

Tayangan tersebut dimulai dari kawasan industri di Leslie Hills Drive, sebelah barat Masjid Al Noor. Tampak dia mengendarai mobil dari Mandeville Street dan Blenheim Road menuju pusat kota kemudian berbelok ke utara menuju Deans Avenue.

Beberapa menit kemudian dia memarkir mobil di jalur sebelah masjid dan menempatkan kendaraan menghadap Deans Avenue. Sang tersangka keluar dari mobil, memilih senjata dari dalam bagasi, dan berjalan menuju gedung sembari melepaskan tembakan ke arah jemaah.

Ini terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat (07.40 WIB)

Enam menit kemudian, dia mengemudi melintasi Deans Avenue, memutari Botanic Gardens ke Bealey Avenue. Di sinilah tayangan kamera berhenti. Serangan kedua berlangsung beberapa saat kemudian di Masjid Linwood, lima kilometer dari Masjid Al Noor dan sebelah timur dari pusat kota.

Baca juga: Kisah ‘Pahlawan Masjid’ Di Christchurch yang Berani Merebut Senjata Teroris

Serangan 1: Masjid Al Noor, 41 meninggal dunia

(Foto: EPA)

Kepolisian menanggapi laporan penembakan di masjid saat salat Jumat sekitar pukul 13.40 waktu setempat.

Pada pukul 14.11 kepolisian mengonfirmasi terdapat “situasi berkembang” dan beberapa menit kemudian sekolah-sekolah diperintahkan untuk ditutup.

Pada pukul 14.30 kepolisian mengonfirmasi insiden itu melibatkan seorang pria bersenjata.

Tayangan kamera yang dipasang pada kepala menunjukkan pria bersenjata berpindah dari satu ke ruangan lainnya sembari menembaki orang-orang di dalam masjid. Si penyerang menyasar baik ruangan pria maupun ruangan perempuan.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada media setempat bahwa mereka berlari menyelamatkan diri dan melihat orang-orang berdarah terkapar di tanah di luar masjid.

“Tubuh-tubuh bergelimpangan,” ujar seorang pria.

Serangan 2: Masjid Linwood, delapan meninggal (seorang meninggal di rumah sakit setelah mengalami cedera)

(Foto:BBC)

Keterangan soal serangan di Masjid Linwood, yang berada di pinggiran Kota Christchurch, kurang terperinci.

Baca juga: Ramzan Ali: Saya Orang Terakhir yang Keluar dari Masjid Hidup-Hidup

Sejumlah penyintas mengatakan kepada media setempat, mereka melihat seorang pria bersenjata memakai helm motor hitam melepaskan tembakan ke arah 100 jemaah yang sedang salat.

Komisaris Polisi, Mike Bush, menilai kedua serangan “sangat terencana dengan baik”.

Beberapa senjata api ditemukan di kedua lokasi kejadian. Adapun dua bom rakitan ditemukan di dalam mobi dan dijinakkan oleh militer, sebut keterangan polisi.

Brenton Harrison Tarrant, 28, yang berkewarganegaraan Australia telah ditahan dan menghadiri sidang di Christchurch dengan dakwaan pembunuhan. Orang bernama sama tampaknya telah merilis manifesto sebelum serangan berlangsung dengan menjelaskan niatnya secara garis besar.

Dia menyebut dirinya merupakan seorag warga negara Australia berusia 28 tahun dan melontarkan retorika haluan ekstrem kanan serta anti-imigran.

Dua pria lainnya dan seorang perempuan ditahan di dekat lokasi kejadian dan sejumlah senjata api disita. Aparat tengah menyelidiki apakah mereka terlibat serangan.

Disusun oleh: Dominic Bailey, David Brown, Salim Qurashi, Debie Loizou, Lucy Rodgers and Prina Shah.

Sumber: bbc.com/indonesia

Baca Juga

deras.co.id

Gubsu Apresiasi UNIMED yang Mendukung Pengembangan Desain Ornamen Kayu

Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed) mendukung pengembangan desain ornamen Melayu melalui “Lomba Desain  Kreasi Ornamen Melayu …