Tuesday , April 23 2019
Beranda / Berita / ‘Respect All Fear None’, Sekolah Islam Ini Bantu Tingkatkan Daya Saing Pemuda
deras.co.id
Peresmian RC XI tahun 2019 Di Lapangan Hijau YPSA(06/03/2019).

‘Respect All Fear None’, Sekolah Islam Ini Bantu Tingkatkan Daya Saing Pemuda

Sumatera Utara (Sumut) punya potensi sangat besar dalam diri setiap pemuda-pemudinya. Hal ini terlihat dari ribuan lebih peserta yang ikut berpartisipasi dalam event Raz Championship (RC) Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang tidak berkurang dan terus bertambah tiap tahunnya

Hal ini disampaikan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Hj. Rahmawaty Sofyan Raz saat Upacara Pembukaan Raz Championship (RC) ke-11 YPSA tahun 2019, Rabu (6/3) di lapangan hijau Raz Garden YPSA Medan.

“Tahun ini YPSA kembali menyelenggarakan gebyar pelajar se-Sumut dengan tema ‘Respect All, Fear None’. Tema ini diambil menyikapi kondisi kita, Indonesia, yang kadang membuat kita lupa bahwa bangsa ini bangsa yang memiliki karakter perjuangan tanpa gentar (Fear None) dan saling menghormati (Respect All). RC sudah dilakukan sejak 2009, selalu diikuti lebih dari 1000 peserta di setiap pelaksanaannya. Ini menunjukkan Sumut punya potensi yang sangat besar di dalam diri setiap pemuda pemudinya. Ini inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global,” ungkapnya.

Lanjutnya, sudah lebih 100 tahunan berproses dalam kesadaran kebangsaan kita untuk menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang yang memiliki identitas dan jati diri dalam mengarungi kehidupan berbangsa, berbangsa dan bernegara. “Wajah dan corak ke-Indonesiaan kita pun selama ini mengalami perubahan dan perkembangan. Nilai-nilai kebanhsaan selama ini pun telah mengalami pasang surutnya, seiring dengan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri. Melalui RC ini, YPSA mengajak kembali seluruh generasi emas penerus bangsa sejenak merenungkan dan berusaha menjadi pemikir yang positif bahwa dengan masuknya era globalisasi, maka bangsa ini pasti akan merasakan adanya perubahan dan tuntutan baru,” sebutnya.

Perubahan dan tuntutan ini, lanjutnya, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti berada dan menyatu dalam proses perjalanan bangsa Indonesia dan kadangkala mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan, dan bahkan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. “Namun demikian, bangsa Indonesia masih tetap kokoh dalam rumah besar seluruh bangsa Indonesia yaitu NKRI. Oleh karena itu, dalam rangka mengaja konsistensi nilai nilai kebangsaan yang telah dirintis para pendahulu kita, tentunya sebagai penerus perjuangan bangsa, kita tidak boleh lengah dan lupa makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, khususnya dalam menyikapi kemajuan dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang akan terjadi terus menerus,” ujarnya.

YPSA, ungkapnya, merupakan sekolah internasional bernuansa Islam sebagai penyelenggara dengan visi misi bersama membangun generasi emas yang disiplin, religius, dan smart serta cita cita kami menjadi pusat pendidikan Islam, pusat ekonomi umat serta pusat dakwah, berusaha mengangkat nuansa globalisasi namun tetap mengandung unsur etnis kebangsaan yang merupakan identitas yang akan selalu melekat pada diri kita di manapun berapa. “RC merupakan ajang pembuktian kreativitas dan jiwa kompetisi yang merupakan salah satu indikator bahwa kita terbuka terhadap globalisasi dengan prinsip beridentitas kebangsaan Indonesia yang harus tetap berkembang dan tidak boleh hilang begitu saja. Kreativitas dan jiwa kompetisi selayaknya diperjuangkan tanpa rasa gentar (Fear None) dan didapatkan dengan penuh kehormatan (Respect All). Itu sebabnya, dalam kesempatan ini, kami mengimbau dan mengajak para peserta tidak kenal lelah mengakumulasi ilmu pengetahuan sebanyak banyaknya, setinggi tingginya, agar kreativitas dan jiwa kompetisi yang akan kita kembangkan kelak dapat dihargai dan berharga bagi kita dan juga masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelasnya.

Hadir juga, Pembina YPSA Drs. Sofyan Raz, Ak. MM., Walikota Medan diwakili Kadispora Medan Mara Husin Lubis, TNI, Polri, BNN, Konsul Jendral RRT di Medan Mr Sun Ang dan para pejabat negara sahabat, orangtua, atlet dan para peserta.

Ketua Panitia Bagoes Maulana, merinci, tahun ini ada peningkatan peserta dibanding tahun lalu. Per hari ini dan akan bertambah, pesertanya berjumlah 1500 dari 99 sekolah, dibandingkan tahun lalu sekitar 1200an. “Besar harapan kami kegiatan ini akan berlangsung baik sampai tgl 13 saat penutupan RC 2019 nanti” ujarnya.

“Adapun perlombaan yang akan dipertandingkan antara lain Futsal, Basket, Panahan, Sepakbola mini, Kaligrafi, Mewarnai, Melukis, Busana muslim, Fotografi, Teater, Pidato anak Islam, dan Peneliti Belia” tambah Bagoes.

Walikota Medan diwakili Kadispora Medan, Mara Husin Lubis, sebelum membuka secara resmi RC ke-11 dalam sambutannya mengatakan, untuk menggali potensi seorang anak memang harus dimulai sejak dini. “Anak-anak usia dini adalah masa depan bangsa yang harus dikembangkan jiwa raganya untuk menjadi anak yang cerdas terampil,” tuturnya.

Lanjutnya, lomba yang dilaksanakan hari ini memiliki makna potensi yang bisa menggali kreativitas anak. Alhamdulillah YPSA telah menunjukkan kepedulian pendidikan melalui RC. Insya Allah apa yg dilakukan siang hari ini dan seterusnya dpt menjadi inspirssi meningkatkan kualitas kreativitas anak-anak. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi anak-anak didik kita,” jelasnya.

Baca Juga

deras.co.id

Gubsu Apresiasi UNIMED yang Mendukung Pengembangan Desain Ornamen Kayu

Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed) mendukung pengembangan desain ornamen Melayu melalui “Lomba Desain  Kreasi Ornamen Melayu …