Thursday , April 25 2019
Beranda / Berita / Serangan Fajar Bowo Kini Menyerang Nusron
deras.co.id
Bowo Sidik Pangarso ungkap ke KPK bahwa serangan fajar 400 ribu amplop diminta oleh Nusron Wahid

Serangan Fajar Bowo Kini Menyerang Nusron

Poltikus Partai Golkar, Nusron Wahid, membantah telah memerintahkan anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso untuk siapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar.

Tidak benar,” kata Nusron saat dikonfirmasi VIVA melalui pesan singkatnya, Selasa malam 9 April 2019.

Sebelumnya pernyataan itu diakui Bowo usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK Selasa petang sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk dan penerimaan lain terkait jabatan.

“Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu (amplop), Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu (amplop),” kata Bowo saat dikonfirmasi awak media.

Ditanyai apa untuk kepentingan Pileg atau Pilpres, Bowo justru kembali menegaskan ditugasi oleh Nusron untuk menyiapkan amplop tersebut.

“Diminta  Nusron Wahid untuk menyiapkan itu,” kata Bowo.

Ketika ditanya apakah aplop itu untuk Pileg atau Pilpres, Bowo lalu menjawab posisi partainya di Pemilu 2019.

“Yang jelas partai kami dukung 01,” kata Bowo lalu masuk mobil tahanan.

Terkait perkara ini, KPK juga menjerat anak buah Bowo yang juga staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka. Kemudian, KPK juga menetapkan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia memakai kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso.

Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan PT Pupuk Indonesia.

Sumber: viva.co.id

Baca Juga

deras.co.id

Sidang Ratna Sarumpaet: Sudah Saya Akui Sebagai Kebohongan

Terdakwa kasus hoax Ratna Sarumpaet kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 25 April …