Thursday , August 22 2019
Beranda / Berita / Lembaga Survey Gerah, Indikator Laporkan 4 Akun Medsos
deras.co.id
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Burhanuddin Muhtadi saat melaporkan empat akun media sosial ke Bareskrim Polri, Senin (22/4). (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)

Lembaga Survey Gerah, Indikator Laporkan 4 Akun Medsos

Kesabaran Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Burhanuddin Muhtadi tak bisa lagi dibendung, karena dituduh sebagai dalang quick count palsu. Ia akhirnya melaporkan empat akun media sosial yang dianggap menyerangnya secara pribadi.

Yakni dua akun Facebook atas nama Al Rumy dan Adiba Gus MJ. Kemudian, akun Twitter Silvy_Riau dan @andi_riau.

Burhanuddin mengatakan sejatinya sejak kemarin ia diserang ribuan akun yang menuduhnya sebagai dalang quick count palsu. Ia juga dituding menerima bayaran Rp. 450 miliar dalam rangka menjalankan quick count palsu tersebut untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Empat (akun) ini saya anggap orang-orang yang paling bertanggung jawab terhadap tudingan terkait saya,” kata Burhanuddin di Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (22/4).

Salah satunya yakni, dalam posting-an video berdurasi 4 menit yang viral, Burhanuddin dituding melakukan strategi post truth dengan memborbardir publik melalui quick count yang memenangkan paslon capres-cawapres 01. “Padahal bisa semua cek video (lengkap) tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan quick count,” sebutnya.

Quick count yang dilakukan Indikator pun dilakukan sesuai prosedur dengan mengambil sampel di 3.000 TPS. Hasilnya pun diekspos ke publik melalui Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Burhanuddin mengaku sudah cukup bersabar dengan semua tudingan yang menyerang lembaganya sejak dulu.

“Yang terkahir ini keterlaluan karena langsung serang martabat dan kredibilitas saya. Saya tidak mau berdiam diri lagi. Kalau saya diam seolah-olah membenarkan tubuh tersebut,” tegasnya.

Sebelum melapor, Burhanuddin mengaku sudah melakukan klarifikasi di akun media sosialnya. Namun tudingan bernuansa hoax itu terlanjur menyebar luas dan membangun persepsi publik.

“Sulitnya saya bendung tudingan yang viral tadi. Sekali-kali saya berikan pelajaran agar ruang publik kita steril dari hoax dan fitnah,” singgungnya.

Lagi pula ia melihat ada upaya sistematik dari akun-akun tersebut untuk menyerang kredibilitas lembaga survei seolah-olah membuat hoax. Untuk itu, dalam laporannya, keempat akun dikenakan pasal terkait fitnah dan pencemaran nama baik.

“Karena melalui medsos kami gunakan UU ITE Pasal 27 juncto 45 ayat 3, juncto KUHP 330, 331,” ucap Burhanuddin.

Laporan ini pun diterima Bareskrim Polri dengan nomor: LP/B/0394/IV/Bareskrim tanggal 22 April 2019.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Para Pelajar Asal Jepang Disambut Tarian Tradisional Batak Toba Saat Berkunjung Ke Sekolah Ini

SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) menyambut kedatangan sepuluh pelajar Ichikawa Jepang program Sister City …