Wednesday , June 26 2019
Beranda / Berita / Yusril Sebut Permohonan Kuasa Hukum 02 Rancu dan Asumstif
deras.co.id
Kuasa Hukum pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menghadiri sidang sengketa Pilpres di gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Ia mengatakan, permohonan kubu 02 terkait sengketa Pilpres 2019 akan mudah dipatahkan. (Foto:SINDOphoto/Isra Trian)

Yusril Sebut Permohonan Kuasa Hukum 02 Rancu dan Asumstif

Jakarta, Kuasa Hukum pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, permohonan kubu 02 terkait sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) akan mudah dipatahkan. Dasarnya permohonan kubu 02 yang dibacakan di sidang MK masih berupa asumsi-asumsi.

“Kalau misalnya dikemukakan terjadinya pelanggaran TSM (terstruktur, sistematis, masif). Jika terjadi pelanggaran, pelanggaran itu harus ditunjukkan di mana terjadinya, kapan, siapa pelakunya, mana buktinya. Itu tidak bisa hanya mengemukakan secara arus dikemukakan secara asumtif,” kata Yusril di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Sebagai contoh, pengacara kubu 02 mempersoalkan gaji pegawai negeri sipil (PNS) naik dan tunjangan hari raya (THR) yang dipercepat itu harus bisa dibuktikan. Kubu 02 juga harus bisa membuktikan kekalahan yang mencapai 17 juta.

Baca juga: 15 Petitum Tim Hukum 02 Dihadapan Hakim MK

Menurut Yusril, cara pembuktiannya adalah berapa jumlah PNS dan keluarganya yang memilih paslon 01. Selain itu, apakah dengan menaikkan gaji dan mempercepat THR akan terjadi peningkatan suara di pemilih PNS.

“Terjadi di mana saja sehingga kecurangan itu betul-betul terjadi secara terstruktur dan terukur. Tidak bisa secara asumsi seperti itu,” kata Yusril.

Yusril juga menyoroti ajakan capres Joko Widodo (Jokowi) kepada masyarakat untuk mengenakan baju putih ke TPS, yang kemudian dianggap kecurangan pemilu. Ia menganggap, apa yang dipaparkan pemohon masih asumsi.

“Karena apa hubungannya orang memakai baju putih atau hitam akan memilih pasangan tertentu? Jadi (permohonan kubu 02) masih merupakan asumsi-asumsi dan belum merupakan bukti yang harus dihadirkan di persidangan ini,” tandasnya.

Baca juga: Debat Seru Yusril Vs Nasrullah: Tim Hukum 01 Ketar-Ketir

Yusril juga mempersoalkan kubu 02 yang lebih banyak membacakan tentang revisi permohonan. “Yang dibacakan Pak BW dan Pak Denny itu sebagian besar merupakan hal yang baru. Jadi pengertian ‘bertolak dari’ itu agak rancu,” kata Yusril di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Kendati hal tersebut dianggap rancu, namun pihaknya tidak bisa melakukan interupsi karena majelis hakim akan memberikan kesempatan dalam sidang berikutnya. Kubu 01 diberi kesempatan tanggapan pada Senin, 17 Juni mendatang. “Kalau seperti ini tidak jelas yang mana yang harus kami tanggapi,” tandasnya.

Sumber: sindonews.com

Baca Juga

deras.co.id

Kebakaran Pabrik Mancis, Penuhi Hak-hak Korban dan Realisasi Regulasi Pekerja Rumahan

Peristiwa kebakaran pabrik mancis yang terjadi pada sekira pukul 12.00 WIB siang, tanggal 21 Juni …