Friday , July 19 2019
Beranda / Featured / Berpulangnya Sang Penyampai Informasi Bencana
deras.co.id
Jenazah almarhum Sutopo Purwo Nugroho tiba di rumah duka, Depok, Jawa Barat, Minggu malam (7/7). (Imam Husein/Jawa Pos)

Berpulangnya Sang Penyampai Informasi Bencana

Sutopo Purwo Nugroho berpulang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu tutup usia setelah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak Desember 2017 silam. Kanker paru-paru stadium 4B tersebut sudah menyebar (metastasis) ke tulang dan organ tubuh lainnya.

Kemarin, alumnus terbaik Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada tahun 1993 itu menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, Tiongkok sejak 15 Juni lalu. Tepat pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20.

Selama menjalani perawatan, Sutopo ditemani sang istri, Retno Utami. Selain Retno, kepergian Sutopo meninggalkan dua orang putra. Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho.

Jenazah Sutopo yang diangkut pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA899 tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 20.30. Jenazah diterbangkan dari Guangzhou pukul 15.45 waktu setempat. Bersama istri Sutopo, Retno Utami Yulianingsih dan Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto yang ikut mendampingi.

Menlu Retno Marsudi memeluk Retno Utami, istri (alm) Sutopo Purwno Nugroho, setiba di rumah duka, Depok, Minggu (7/7). (Imam Husein/Jawa Pos)

Setibanya di Indonesia, jenazah Sutopo langsung dibawa ke rumah duka di Raffles Hills Blok I6, nomor 15, Depok, Jawa Barat. Di sana, karangan bunga turut berduka cita berjejer di sepanjang jalan menuju rumah Sutopo itu.

Menlu Retno mewakili pemerintah menyerahkan jenazah Sutopo kepada BNPB dan keluarga. Sebelumnya, menteri 56 tahun itu menelpon langsung Retno Utami untuk menyampaikan bela sungkawa. “Sugeng kondur (selamat jalan) Pak Topo. Doa kami menyertai penjengan menghadap Sang Khalik,” ucap Retno.

Kemenlu, lanjut dia, banyak sekali melakukan koordinasi dengan BNPB, khususnya Sutopo dalam penanganan bencana. Retno bercerita pernah satu panggung dengan pria 49 tahun itu untuk menerima penghargaan “Special Award for Humanitarian Diplomacy Leader” pada 18 Desember 2018. Retno juga ingat betul akan pesan bijak Sutopo. “Hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. Tetapi seberapa bermanfaat kita bagi orang lain,” katanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan penghormatan terakhir kepada (alm) Sutopo Purwno Nugroho, setiba di rumah duka, Depok, Minggu (7/7). (Imam Husein/Jawa Pos)

Kepala BNPB Doni Monardo meminta seluruh staf untuk menyiapkan pemakaman anak buahnya itu. Doni juga meminta secara khusus agar prosesi pemakaman menggunakan tradisi kedinasan BNPB. Termasuk BPBD Boyolali dan Jawa Tengah. “Insya Allah saya yang sebagai inspektur upacara,” ujar Doni dalam sambutannya di rumah duka.

Doni mengenang Sutopo sebagai pahlawan kemanusiaan. Membesarkan nama BNPB sejak 2008. Yang terbaru, BNPB baru saja menerima penghargaan PBB bidang inovasi kebencanaan melalui program “Peta Bencana” yang digelar Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan, 24 Juni lalu.

Sutopo memiliki dedikasi tinggi dan totalitas dalam bekerja. Mencintai pekerjaaannya sebagai juru bicara BNPB. Selama proses pengobatan kemoterapi di Indonesia, Sutopo selalu langsung kembali ke kantor untuk memberikan konferensi pers di kantor. Pernah, pria kelahiran Boyolali, 7 Oktober 1969 itu membuat siaran pers saat sedang di rumah sakit. Ketika akhir pekan, Sutopo menyelenggarakan temu wartawan di kediamannya.

Bagi Doni, kepergian Sutopo merupakan sebuah kehilangan. Sosok pekerja keras yang luar biasa. “Bertugas dengan sepenuh hati, ikhlas, dengan segala kemampuan yang dimiliki meski dalam kondisi sakit,” ungkapnya. Tidak hanya sekadar memberikan keterangan pers, Sutopo juga bisa melakukan analisa dan kajian untuk melakukan penanganan kebencanaan yang tepat.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga ikut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Sutopo. Ucapan belasungkawa itu disampaikan Megawati di tengah lawatannya ke Beijing dalam rangka menghadiri The World Peace Forum ke-8 kemarin (7/7).

Menurut Megawati, Sutopo bukan hanya sosok humanis yang tetap setia menjalankan tugas meski sedang sakit. “Bagi saya, beliau adalah pejuang sosial kemanusiaan,” terang Presiden RI kelima itu melalui keterangan resmi kepada Jawa Pos.

Bagi Megawati, Sutopo merupakan sosok yang gigih, tidak luntur dalam harapan meskipun sakit. Dalam situasi krisis ketika tanggap darurat terjadi, Sutopo mampu menjadi jembatan penghiburan, membangun harapan di tengah korban bencana, dan membantu menentramkan masyarakat melalui fungsi kehumasan yang dijalankan dengan sangat baik.

Informasi terkait penanganan tanggap darurat, bantuan kepada korban, dan juga berbagai upaya yang dilakukan BNPB disampaikan dengan baik dan tepat, sampai melupakan rasa sakitnya sendiri. “Karena itu lah pemerintah diharapkan memberi penghormatan terbaik bagi pejuang kemanusiaan tersebut,” tutur istri alm Taufiq Kiemas itu.

Megawati tercatat sebagai presiden yang memiliki kesejarahan kuat dengan sejarah pendirian Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

DOA BERSAMA: Kepala BNPB Doni Monardo (kanan kedua) membacakan doa jenazah untuk dan memberi penghormatan terakhir kepada jenazah Sutopo Purwo didampigi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dan istri Sutopo, Retno Utami (kanan ketiga) di rumah duka, Depok, Jawa Barat, Minggu (7/7) (Imam Husein/Jawa Pos)

Menurut dia, sejak menjalankan tugas sebagai wapres, dirinya sudah melihat bagaimana Indonesia berada di daerah yang rawan bencana karena merupakan lintasan ring of fire. Maka departemen sosial yang saat itu dibubarkan, kemudian dia transformasikan menjadi Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, yang kemudian menjadi cikal bakal BNPB.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan, Sutopo telah menjadi mitra yang sangat baik. Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan selama ini memiliki koordinasi dan kerja sama yang baik dengan BNPB. “Semua tidak terlepas dari peran Alm Sutopo. PDI Perjuangan sungguh merasa kehilangan dengan sosok berdedikasi tersebut,” ucap Hasto.

Di sisi lain, rumah duka keluarga Sutopo di Jalan jambu ruko Surodadi RT 7 RW 9 kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Boyolali, Jawa Tengah kemarin (7/7) sudah mulai dipadati oleh pelayat. Baik dari kalangan keluarga, kerabat, sampai kawan-kawan Sutopo semasa SMA dan SMP.

Adik Ipar Sutopo, Ahmad Sujatmiko mengungkapkan bahwa menurut rencana, Jenazah akan landing di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali sekitar pukul 06.00 WIB. Akan dilakukan upacara penyambutan yang dihadiri oleh pejabat dari BNPB, BPBD dan menurut rencana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Setelah ini, Jjenazah akan dibawa ke rumah duka di Siswodipuran untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga. Setelah doa bersama,jenazah rencananya akan dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir sekitar 500 meter dari rumah duka. “Rencananya akan dikebumikan antara jam 09.00 atau 09.30 WIB” tuturnya.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Terlibat Narkoba, 4 Oknum Polisi Diamankan Polrestabes Medan

Empat orang oknum polisi yang bertugas di Polsek Medan Area diamankan personel Satreskrim  Polrestabes Medan. …