Friday , December 13 2019
Beranda / Featured / Dosen USU Berikan Sosialisasi Pentingnya Literasi Media dalam Menanggulangi Hoax
deras.co.id

Dosen USU Berikan Sosialisasi Pentingnya Literasi Media dalam Menanggulangi Hoax

Maraknya penyebaran berita palsu atau hoax  di sosial media dapat menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, atau keributan. Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya. Dengan kata lain hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

Pada tanggal 30 Juni 2019, bertempat di Aula Balai Desa Tandem Hilir I, Dosen Universitas Sumatera Utara memberikan sosialisasi tentang pentingnya literasi media dalam menanggulangi berita hoax kepada remaja karang taruna desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan Perak sebagai wujud dari salah satu tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Hadir dalam acara ini Ketua BPD Desa Tandem Hilir I, ketua karang taruna, Babinkamtibmas, dan 50 anggota karang taruna desa Tandem Hilir I, dan Narasumber yaitu Dr. Humaizi, M.A. dan Siti Hazzah Nur, S.Sos., M.AP. yang berasal dari Universitas Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua BPD Desa Tandem Hilir I, Zulfan Haris Nasution, mewakili kepala desa menyambut baik kegiatan pengabdian sebagai upaya melatih kesadaran remaja karang taruna dalam menggunakan sosial media dan agar tidak mudah terpancing berita hoax. Selanjutnya, Septian Hermawan, sebagai ketua karang taruna menyatakan bahwa remaja karang taruna Tandem Hilir I siap menjadi pelopor sadar bersosial media dan anti hoax. Tian juga mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian USU yang mau membagi pengetahuan kepada para anggota karang taruna dan berharap ada kegiatan lanjutan di masa yang akan datang.

Dalam paparannya, Dr. Humaizi mengungkapkan bahwa berita hoax sangat cepat menyebar di dunia maya dan dapat membawa dampak negatif yang sangat besar bahkan bisa menyeret pelakunya ke penjara melalui UU ITE.  Beliau menyarankan bahwa sebagai pengguna media kita perlu secara bijak menyikapi informasi yang berkembang dan jangan terima mentah-mentah, dan lakukan fact-checking. Berita hoax dapat berkembang karena adanya producer dan consumer. Think before sharing! Jangan sampai ada penyesalan karena sudah salah menyebarkan informasi atau berita. Lakukan pengendalian diri, dan tak lupa perkuat akidah—Ungkap beliau. Setelah selesai pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta.

Salah seorang peserta sosialiasasi, Zul (24 tahun), mengatakan bahwa dia sangat antusias mengikuti acara ini karena menambah wawasan bagaimana menggunakan media khususnya media sosial dengan baik dan bijak. “gawat juga kalo salah share berita bisa masuk penjara”, pungkasnya. Anggota Babinkamtibmas, AIPTU Riza Harahap, juga menambahkan bahwa remaja harus cerdas bersosial media, jangan asal share berita yang tidak benar karena merugikan banyak pihak. Lebih baik, media sosial digunakan sebagai wadah silaturrahim daripada menyebarkan berita hoax, ungkap beliau. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan deklarasi karang taruna desa Tandem Hilir I anti hoax.

Baca Juga

deras.co.id

UN Dihapus, KPAI: Zonasi Guru Menjadi Kunci Pemerataan Pendidikan

Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN). Karena, menurut KPAI, …