Thursday , August 22 2019
Beranda / Bisnis / Dosen UNIMED dan UIN Ar-Raniry Bina Masyarakat Pengrajin Ulos Di Pematangsiantar
deras.co.id

Dosen UNIMED dan UIN Ar-Raniry Bina Masyarakat Pengrajin Ulos Di Pematangsiantar

Pematangsiantar (10/8) – Semangat membangun negeri terutama dalam menyambut kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia yang diaplikasikan oleh para dosen dari Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan UIN Ar-Raniry dengan melakukan “kerja nyata” dalam bentuk pembinaan UMKM bekerjasama dengan pemerintahan Desa Lorong XX Kelurahan Nagapitta Kecamatan Siantar Toba Kota Pematangsiantar. Acara yang dibingkai dengan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin Ulos khas Pematangsiantar yang ada di desa tersebut.

Kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Desa Lorong XX Kelurahan Nagapitta ini dihadiri oleh “emak-emak” sebagai para pelaku UMKM yang aktif melakukan usaha pengrajin ulos di sekitaran kelurahan tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut staf dari LPPM UNIMED, Pandapotan Dalimunthe, Lurah Kelurahan Nagapitta Sutrisno, ketua program Dr. Diky Setya Diningrat, M.Si. (Dosen UNIMED), Bagoes Maulana, M.Kom. (Dosen UNIMED), dan Ayu Nirmala Sari, M.Si. (Dosen UIN Ar-Raniry), serta 5 orang mahasiswa UNIMED.

Ketua program Dr. Diky Setya Diningrat, M.Si. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program ini sudah berjalan beberapa bulan yang diawali dengan maping area, koordinasi dengan pemerintahan kelurahan, dan hingga hari ini melaksanakan pemberian pelatihan tentang bagaimana melakukan digitalisasi distribusi ulos yang dihasilkan oleh para pengrajin ulos.

“Kelurahan Nagapitta ini merupakan desa yang memiliki potensi cukup besar dalam bidang kerajinan ulos. Sebagaimana Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun diketahui memiliki daerah pemasaran yang strategis untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan dimana dengan adanya program jalan lingkar Danau Toba dan Danau Toba yang akan menjadi Monaco-nya Asia yang merupakan sebuah peluang besar untuk UMKM dalam memasarkan serta mengenalkan produk”, tambah Dr. Diky Setya Diningrat, M.Si.

Dan ini tak lepas juga peran pemerintahan kota Pematangsiantar yang seharusnya memberikan stimulan untuk usaha rakyat sehingga pembangunan dapat berjalan secara merata tidak hanya terpusat pada ibukota saja. “Saat ini para akademisi dari universitas melalui program dari kemristekdikti serius untuk meningkatkan perekonomian rakyat, maka sangat diperlukan sinergitas dari kepala daerah juga untuk membangun mulai dari desa, sehingga nadi perekonomian dapat bergerak maksimal pada setiap desa. Dengan adanya pendampingan ini, kita berharap manajemen usaha akan semakin baik dan para pengusaha melek teknologi informasi sebagai media untuk promosi”, tambah Bagoes Maulana, M.Kom. yang merupakan putra daerah Simalungun.

Hal senada juga diungkapkan Ayu Nirmala Sari, M.Si bahwa kegiatan ini serius dilaksanakan untuk membina UMKM yang ada untuk dibina dari awal sampai pemenuhan Teknologi tepat gunanya. “Dengan program ini, kita harapkan mampu membantu usaha kecil hingga mampu bersaing dengan pelaku usaha yang lebih mapan dengan stimulan yang telah diberikan. Bila diibaratkan UMKM disini seperti mendorong mobil yang siap untuk melaju, maka saya punya keyakinan usaha rakyat akan punya prospek yang sama baiknya, apalagi bila pemerintah juga secara simultan mendukung baik proses administrasi izin usaha dan lain sebagainya maka akan membawa dampak yang lebih besar dari usaha rakyat tersebut” ungkap Ayu.

Lurah Nagapitta Sutrisno, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih dan bangga karena telah mendapatkan Bantuan khususnya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di kelurahannya. “Saya harapkan di masa depan kita dapat bekerjasama dalam bentuk MoU untuk menjadi desa binaan serta program yang selama ini dijalankan dapat terus dilanjutkan pada program-program yang lain khususnya yang mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan sumber daya manusia dan mampu mengelola sumberdaya yang ada secara optimal”, ungkap Sutrisno.

Baca Juga

deras.co.id

Para Pelajar Asal Jepang Disambut Tarian Tradisional Batak Toba Saat Berkunjung Ke Sekolah Ini

SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) menyambut kedatangan sepuluh pelajar Ichikawa Jepang program Sister City …