Wednesday , November 13 2019
Beranda / Featured / Pengabdian Masyarakat Di Era Digital: Pengajaran ‘Toefl’ Dengan Aplikasi ‘Game-Based Learning Flatform’
deras.co.id

Pengabdian Masyarakat Di Era Digital: Pengajaran ‘Toefl’ Dengan Aplikasi ‘Game-Based Learning Flatform’

Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengajaran TOEFL (Test of English as Foreign Language) dengan Aplikasi ‘Game-Based Learning Flatform’ bertempat di Dormitory and Course-Babul Ilmi Operation (BIO), Jalan Tuasan No. 123/113, Desa Sidorejo Hilir, Medan.

Salah satu Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Ely Hayati Nasution, S.S., M.Si., yang juga merupakan salah satu staf pengajar di Program Studi Sastra Inggris, FIB USU menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dan kontribusi USU dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, terlebih di era digital, sesuai dengan visi USU yaitu “Menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan yang mampu bersaing dalam tataran global”.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa penguasaan bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris, sangatlah penting untuk dapat bersaing di kancah internasional. TOEFL sendiri merupakan salah satu bentuk penilaian dan pengakuan internasional yang integratif terhadap kemampuan bahasa Inggris seseorang. Saat ini TOEFL dianggap sebagai bentuk tes yang paling dikenal oleh masyarakat, terlebih mahasiswa disamping bentuk tes sejenis, seperti IELTS, TOEIC, dan sebagainya. Sertifikat hasil TOEFL dapat digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk melamar pekerjaan, melanjutkan studi, mendapatkan beasiswa, dan peningkatan karir. Bahkan sertifikat TOEFL dapat dijadikan sebagai salah satu konten tambahan pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa untuk kategori kemahiran berbahasa asing sebagai salah satu program yang sedang digalakkan oleh Kemenristekditi saat ini.”

“Akan tetapi, sejauh ini pengajaran TOEFL masih kurang efektif dan efisien dikarenakan metode dan media pembelajaran yang selama ini digunakan kurang menarik minat belajar peserta didik. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi munculnya ide pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini”, jelasnya.

Lebih jauh ketua tim menambahkan, “Kami mencoba memperkenalkan kepada para peserta didik model pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan generasi milenial, yaitu ‘Game-Based Learning Platform’. Mahasiswa dapat memanfaatkan perangkat elektronik yang mereka miliki, sebagai contoh handphone (HP) dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa dimanapun dan kapanpun, semua orang tidak dapat terlepas dari alat komunikasi ini. Salah satu aplikasi yang diperkenalkan kepada peserta didik adalah aplikasi QUIZZIZ yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui playstore maupun google. Dengan adanya aplikasi ini, tentunya akan memberikan pengalaman baru kepada peserta didik bagaimana rasanya belajar secara online (daring). Siswa merasa seperti bermain game (permainan), padahal sebenarnya mereka sedang mengerjakan kuis atau tugas, baik secara perorangan maupun kelompok. Selain itu, siswa dapat mendapatkan hasil tes secara langsung sehingga akan memotivasi mahasiswa untuk melakukan yang terbaik.”

Tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan anggota tim, Dra. Mardiah Mawar Kembaren, M.A., Ph.D yang merupakan staf pengajar di Program Studi Sastra Melayu FIB USU, Vivi Adryani Nasution, S.S., MTCSOL dan Niza Ayuningtias, S.S., MTCSOL yang keduanya merupakan staf pengajar di Program Studi Bahasa Mandarin FIB USU di sela-sela kegiatan juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya bahasa Inggris ketika mereka melanjutkan studi di luar negeri.

Pimpinan Dormitory and Course-Babul Ilmi Operation (BIO), Dr. Hj. Repelita Waty Kembaren, M. Hum menyatakan, “Kita sering mendengar peserta didik sekarang kurang menyenangi bahasa Inggris karena metode pengajaran dan media pembelajaran yang digunakan kurang memotivasi mereka. Hal ini bukanlah menjadi masalah dan hambatan lagi karena perkembangan teknologi yang ada justru menawarkan dan memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk meningkatkan keterampilan mereka berbahsa asing. Adanya kegiatan ini benar-benar menambah pengetahuan saya yang juga sebagai staf penagajar mengenai hal-hal baru terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan, terlebih mengenai pembe¬lajaran Bahasa Inggris”, tuturnya.

Baca Juga

deras.co.id

Ledakan Di Maporestabes Medan, Diduga Bom Bunuh Diri

Aktivitas Mapolrestabes Medan terhenti dan orang-orang berhamburan keluar gedung setelah dikejutkan adanya ledakan pukul 08.45 …