Wednesday , October 16 2019
Beranda / Featured / Karhutla Merajalela, Kabut Asap Di Langit Indonesia, Pesawat Gagal Mengudara
Tangkapan layar video kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Minggu (18/8/2019) malam.(Foto:Istimewa)

Karhutla Merajalela, Kabut Asap Di Langit Indonesia, Pesawat Gagal Mengudara

Jakarta, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin menjadi-jadi. Banyak wilayah di Sumatera dan Kalimantan yang diselimuti asap tebal. Kondisi itu juga mempengaruhi lalu lintas angkutan udara. Alhasil penerbangan di wilayah-wilayah terdampak kabut asap amburadul.

Banyak penerbangan yang ditunda, dialihkan bahkan harus dibatalkan. Meskipun di beberapa tempat sudah membaik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan beberapa daerah yang terkena asap kebakaran hutan penerbangannya masih terganggu. Setidaknya Kalimantan dan Sumatera menjadi yang paling parah mengalami gangguan asap kebakaran hutan.

Budi menyatakan di Sumatera, tepatnya di Riau, penerbangan sudah berangsur baik meski masih ada keterlambatan karena asap. Namun, dia menjelaskan Sampit dan Pontianak menjadi daerah yang paling parah terganggu aktivitas penerbangannya.

“Kita lihat Riau sudah lebih baik, yang agak parah itu Sampit, juga Pontianak sekarang. Terkini itu di Kalimantan justru yang lebih parah,” kata Budi di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Dia menjabarkan di Sumatera hanya terjadi delay alias keterlambatan terbang saja. Tapi kalau di Sampit, Budi mengatakan sudah ada penerbangan yang gagal mengudara karena tidak memungkinkan terbang.

Kabut asap(Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

“Sumatera itu Pekanbaru hanya terjadi pagi aja, dan itu delay aja. Kalau di Sampit itu sampai cancel nggak bisa terbang,” kata Budi.

Pihaknya sendiri sudah berkontak dengan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara dan operator bandara di daerah tersebut. Kepada mereka, pihaknya berpesan agar pesawat ditahan terbang kalau jarak pandangnya kurang.

“Kita minta AirNav dan operator Angkasa Pura II hati-hati baca situasi, maksudnya pada feasibility (jarak pandang) tertentu pesawat jangan ditahan terbang,” ungkap Budi.

Sehubungan dengan dampak kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang penerbangan yang terbatas, Maskapai Nasional Garuda Indonesia kemarin (15/9) membatalkan sedikitnya 12 penerbangan di sejumlah sektor penerbangan domestik. Pembatalan penerbangan tersebut sejalan dengan komitmen maskapai untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan mengungkapkan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya dengan jarak pandang penerbangan yang terbatas yang berisiko terhadap keberlangsungan operasional penerbangan. Lebih lanjut, untuk memastikan kesiapan dan keselamatan operasional penerbangan, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia turut mengalami keterlambatan maupun pengalihan penerbangan.

“Berbagai antisipasi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rotasi penerbangan, untuk itu kami mengimbau penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan mereka”, jelas Ikhsan dalam keterangannya.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami juga telah mempersiapkan upaya mitigasi untuk penanganan penerbangan yang terdampak termasuk penanganan penumpang,” katanya.

Adapun data penerbangan yang dibatalkan hingga siang hari ini adalah sebagai berikut :

1. GA580/581- Rute Jakarta – Samarinda – Jakarta.

2. GA582/583 – Rute Jakarta – Samarinda – Jakarta.

3. GA512/513 – Rute Jakarta – Pontianak – Jakarta.

4. GA502/505 – Rute Jakarta – Pontianak – Jakarta.

5. GA504/507 – Rute Jakarta – Pontianak – Jakarta.

6. GA552/553 – Rute Jakarta – Palangkaraya – Jakarta.

3. Penerbangan Citilink yang Dialihkan dan Dibatalkan

Kabut Asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan menjadi masalah alam Tanah Air. Sejumlah penerbangan Citilink terpaksa dialihkan dan dibatalkan.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Citilink Indonesia, Minggu (15/9/2019) ada sejumlah penerbangan yang harus terganggu karena kondisi alam yang buruk. Sejumlah penerbangan Citilink yang mengalami pengalihan, dibatalkan dan keterlambatan adalah:

Penerbangan yang dialihkan (divert)

1. Citilink Penerbangan QG-410 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Pontianak (PNK) divert Batam (BTH).

Penerbangan yang dibatalkan

1. Citilink Penerbangan QG-450 Surabaya (SUB) – Palangkaraya (PKY)
2. Citilink Penerbangan QG-451 Palangkaraya (PKY )- Surabaya (SUB)
3. Citilink Penerbangan QG-484 Surabaya (SUB) -Banjarmasin (BDJ)
4. Citilink Penerbangan QG-485 Banjarmasin (BDJ) – Surabaya (SUB)
5. Citilink Penerbangan QG-422 Soekarno-Hatta,Tangerang (CGK )-Samarinda (SRI )
6. Citilink Penerbangan QG-423 Samarinda (SRI) – Soekarno-Hatta,Tangerang (CGK)

Penerbangan yang mengalami keterlambatan 60 menit – 180 menit

1. Citilink Penerbangan QG-480 Soekarno-Hatta,Tangerang(CGK)- Banjarmasin (BDJ).
2. Citilink Penerbangan QG-481 Banjarmasin (BDJ) – Soekarno-Hatta,Tangerang (CGK).
3. Citilink Penerbangan QG-417 Pontianak (PNK) – Surabaya (SUB).

Bagi penumpang Citilink yang penerbangannya terdampak, dapat memilih berbagai opsi yakni reschedule, pengalihan rute atau refund biaya penerbangan dengan menghubungi call center Citilink Indonesia di 0804-1-080808. Pihak Citilink juga terus melakukan koordinasi terkait penerbangan yang harus mengalami perubahan.

“Citilink Indonesia juga terus memantau perkembangan terbaru dari dampak kabut asap khususnya terkait dengan jarak pandang yang terbatas dengan menyiapkan rencana alternatif lainnya jika dibutuhkan,” kata Resty Kusandarina, VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia.

Sumber: detik.com

Baca Juga

deras.co.id

Walikota Medan Di ‘Gas’ KPK, Ini Kata Gubernur Sumut

Medan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku prihatin atas OTT KPK Wali Kota Medan …