Friday , December 6 2019
Beranda / Featured / Membanggakan, 6 Tim Peneliti Muda Sumut Ini Ikuti Kompetisi Penelitian Dunia SIIF Korea Selatan
deras.co.id

Membanggakan, 6 Tim Peneliti Muda Sumut Ini Ikuti Kompetisi Penelitian Dunia SIIF Korea Selatan

Sebanyak 43 siswa-siswi SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang terbagi dalam 6 tim akan bersaing mengikuti kompetisi Seoul International Invention Fair (SIIF) pada tanggal 26-30 November 2019 di COEX Hall, Gangnam Gu, Seoul, Korea Selatan.

Hal ini tampak saat Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., didampingi Pembina YPSA Buya Sofyan Raz dan Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty melepas keberangkatan para tim peneliti muda siswa-siswi SMA YPSA ini, Kamis (21/11/19).

“Kita tidak akan pernah bosan mengirimkan siswa-siswi YPSA mengikuti kompetisi penelitian ini. Karena ilmu dan proses ini juga nanti yang akan kalian bawa di masa akan datang”.

“Selain persiapan presentasi penelitian atau produk, kalian juga harus mempersiapkan mental dan kesehatan karena akan jauh dari keluarga dan tanah air. Sesampai di sana perhatikan sikap dan disiplin kalian, tunjukkan kita orang Indonesia dan tetaplah berpegang pada Al-Quran dan Sunah,” kata Miss Kiki sebutan akrab Sekum YPSA ini.

Kepala SMA YPSA Bagoes Maulana, M.Kom., mengungkapkan, “siswa-siswi SMA YPSA ini akan bersaing dengan negara lain seperti Saudi Arabia, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Iran, Nigeria, Rusia, Polandia, dan Croatia”.

Bagoes menjelaskan, “SIIF 2019 diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA), sebuah perusahaan khusus yang didirikan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Promosi Penemuan. Ini adalah satu-satunya organisasi di Korea yang telah mempromosikan kegiatan penemuan sejak 1973″.

“Siswa-siswi tertarik dengan penelitian ini dari ekstrakurikuler penelitian yang menjadi salah satu keunikan dan keunggulan yang dimiliki YPSA. Beberapa bahan yang digunakan untuk penelitian diperoleh dari kebun sekolah yang diberi nama Raz Garden dimana guru dan siswa mengelola sendiri berbagai jenis tanaman dengan berbagai metode tanam”, kata Bagoes.

“Dengan kegiatan ini, YPSA berusaha untuk menerapkan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) sehingga para siswa disiapkan untuk menjawab tantangan revolusi industri dan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Medan dan Sumatera Utara”, jelas Bagoes kembali.

Kepala SMA YPSA menambahkan bahwa Sebanyak 43 siswa-siswi SMA YPSA yang dibagi atas 6 tim dengan membawa 6 produk penelitian ke Korea Selatan ini dan semalam Rabu (20/11), telah dilepas bapak Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi di kantor Gubsu jalan Diponegoro Medan.

“Tim pertama Tim ANANAS dengan nama penelitian Ananas Stem Healthy Drink as an Instant Herbal Drink to Lower Blood Sugar LevelsKedua, tim BMW (Bamboo Mouthwash) dengan inovasi penelitian Innovation of Mouthwash Preparation of Bamboo Leaf Extract (Bambusa vulgaris) as an Antibacterial of Porphyromonas gingivalis that Causes Mouth OdorKetiga, Tim Andaliman Spicy Powder dengan produk penelitian mencegah penyakit alzheimer. Keempat, tim EMO Cookies dengan produk penelitian The Combination Of Eggshells And Moringa Leaves (Moringa Oleifera) As A Healthy And Nutritious CookiesKelima, tim Bidara Oinment dengan nama produk Benefits of Bidara Leaf as A Natural Ointment. Dan keenam, tim Friendly Bioplastic dengan nama produk Utilization of Palm Oil Waste and Fish Scales as an Environmentally Friendly Bioplastic“, Terang Bagoes.

Dicky Mahaputra Tarigan selaku guru pembimbing peneliti SMA YPSA mengatakan, awalnya siswa mengawali dengan seleksi dan dinyatakan lulus mengikuti SIIF 2019.

Baca Juga

deras.co.id

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes

Jakarta, Memiliki kekayaan mungkin adalah mimpi sebagian manusia di bumi. Tidak hanya dikelilingi harta, mendapatkan apa …