Friday , December 6 2019
Beranda / Ekonomi / Bos Besar Real Estate Indonesia Tutup Usia
deras.co.id

Bos Besar Real Estate Indonesia Tutup Usia

Jakarta, Pengusaha Properti Ciputra tutup usia pada hari ini. Bos Ciputra Grup meninggal dunia di Singapura pada pukul 01.05 waktu setempat.

Ciputra dikenal sebagai salah satu contoh enterpreneur tersukses di Indonesia. Konglomerat properti ini dikenal dengan nama lengkap Dr. (HC) Ir. Ciputra dan merupakan pendiri asosiasi perusahaan properti terbesar di Indonesia yakni Realestat Indonesia (REI).

Sebagai salah satu tokoh perintis bisnis properti di Tanah Air, dia kerap dijuluki sebagai maestro atau begawan properti Indonesia.

Ciputra

Grup usahanya kini membawahi puluhan bahkan ratusan perusahaan khususnya yang bergerak di bisnis properti. Dia pun menjadi sosok penting dibalik sukses tiga korporasi properti raksasa yakni PT Pembangunan Jaya (1961), PT Metropolitan Development (1970), dan Ciputra Group (1981).

Pria kelahiran kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931 ini memiliki nama lain Tjie Tjin Hoan. Dia merupakan anak ketiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang berlatar belakang keluarga sederhana.

Pak Ci, demikian dia akrab dipanggil memulai usahanya dari nol, melewati jalan terjal berliku, dan bukan warisan orang tua.

Masa kecilnya pun dipenuhi kisah mengharukan

Melansir akun REI, Jakarta, Rabu (27/11/2019), dalam buku The Passion of My Life: Ciputra yang ditulis Alberthiene Endah ini diceritakan secara komplit bagaimana kisah hidup dan transformasi seorang Tjie Tjin Hoan menjadi pengusaha sukses kebanggaan Indonesia bernama Ciputra.

Pak Ci dalam buku ini mengaku tidak bisa meninggalkan luka batin yang dia alami selama masa kecilnya. Ayah Pak Ci diculik polisi Jepang, sampai saat ini dia tidak tahu bagaimana nasib ayahnya.

Dengan mata kepala sendiri dia menyaksikan ibunya berusaha menarik-narik tubuh ayahnya sambil menangis memohon-mohon kepada serdadu Jepang agar suaminya tidak dibawa. Ciputra kecil memeluk ibu sambil menatap ayah yang diseret paksa menaiki perahu.

Di usia yang sangat muda, dia pun harus berjuang untuk menghidupi keluarganya. Sering kali dia bertelanjang kaki pergi berburu ke hutan sekadar untuk mendapat uang saku tambahan.

Berbagai hinaan dari orang lain juga kerap diterima keluarganya karena kondisi ekonomi yang susah. Namun, luka itulah yang menjadi pembakar semangatnya untuk melawan keadaan.

Ciputra

Pak Ci muda berhasil membuktikan diri sebagai pejuang yang melawan keadaan dengan masuk perguruan tinggi bergengsi Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Arsitektur. Ketika di bangku kuliah inilah, bakat enterpreneur-nya makin terasah.

Meski masih berstatus mahasiswa, Pak Ci saat itu mendirikan CV Daya Cipta yang sekarang menjadi PT Perentjana Djaja. Pada 1961, gebrakan besarnya dimulai dengan membidani PT Pembangunan Jaya. Dan kemudian pada 1981 membangun bendera Ciputra Development dengan modal hanya Rp10 juta.

Saat ini Ciputra Group telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan global dengan didukung oleh sedikitnya 100 anak perusahaan di bidang properti dan telah berkarya di 44 kota baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Vietnam, Kamboja, India dan Cina.

Ciputra yang juga menjadi pendukung besar bagi bangkitnya gelombang kewirausahaan di Indonesia mengatakan, inovasi yang berkelanjutan adalah kunci keberhasilan pembangunan, dan generasi muda adalah penggeraknya.

Sumber: okezone.com

Baca Juga

deras.co.id

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes

Jakarta, Memiliki kekayaan mungkin adalah mimpi sebagian manusia di bumi. Tidak hanya dikelilingi harta, mendapatkan apa …