Monday , September 21 2020
Beranda / Featured / Bongkar Paksa Kantor Lembaga Mahasiswa, Wakil Rektor III Intimidasi Organisasi Mahasiswa
deras.co.id

Bongkar Paksa Kantor Lembaga Mahasiswa, Wakil Rektor III Intimidasi Organisasi Mahasiswa

Kampus yang seharusnya menjadi tempat untuk mengembangkan keilmuan, membentuk kepribadian, kemandirian, keterampilan sosial (humanisasi) dan karakter, tampaknya masih jauh dari harapan. Bahkan yang paling menyedihkan, salah seorang oknum Wakil Rektor III UMA, dengan terang-terang melakukan intimidasi dan pengrusakan kepada salah satu kantor organisasi kemahasiswaan fakultas psikologi UMA, yang akan menjalankan program advokasi konservasi desa tertinggal, pada Senin (10/2) di Kampus UMA Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate.

Intimdasi yang dilontarkan Wakil Rektor III, terkait tentang pembongkaran dan penghancuran secara paksa tanpa menunjukkan sosok seorang akedemisi. Wakil Rektor III UMA, menyatakan, bahwa itu sudah menjadi peraturan Rektor UMA yang menurut kami bertentangan dengan surat edaran sebelumnya untuk dilakukannya pemindahan dan pembongkaran harus melalui surat pernyataan dukungan dari organisasi kemahasiswaan tersebut.

Pernyataan ini jelas sebuah bentuk ancaman/intimidasi yang tidak dapat ditolerir. Muazzul SH, MH mungkin berfikir, dengan menyandang Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dapat semena-mena melakukan intimidasi, penghancuran dan pengrusakan kantor (sekretariat) GASI UMA. Ini bukan zaman Siti Nurbaya, yang takut pada suatu kebenaran. Intimidasi WR III ini telah menambah panjang kebencian mahasiswa terhadap kepemimpinan beliau yang belum setahun. Kasihan  organisasi-organisasi kemahasiswaan UMA, ternyata keinginan institusi tersebut untuk merubah paradigma peserta didiknya untuk masyarakat tidak akan pernah berhasil,  karena ulah oknumnya, seperti WR III UMA, yang tidak memiliki etika, Ungkap Hardi Dido yang merupakan alumni fakultasi psikologi UMA.

Dido menambahkan, yang menjadi pertanyaan dalam benak kami, apakah sikap intimidasi seperti yang dilakukan WR III, merupakan Budaya pribadi atau cerminan nilai Budaya yang dianut kampus UMA? Atau juga masih dalam tatanan sistem etik sosial? Kalau tidak terima, langsung intimidasi?

Seharusnya, sebagai seorang Wakil Rektor III, Muazzul memiliki etika dan sopan santun yang tinggi, sehingga dapat  menumbuhkan simpati rekan-rekan mahasiswa yang lain terhadap kampus UMA, sekarang dan hari esok. Sangat menyedihkan, UMA memberikan amanah jabatan yang tinggi kepada oknum yang salah. Kasihan juga dengan UMA, mempercayakan jabatan Wakil Rektor III kepada sosok yang arogan.

Kami yakin, bila Muazzul masih dipercaya dengan jabatan tersebut, akan menjadi awal kehancuran UMA kedepan, karena semua pihak pasti tidak akan sepakat mempercayakan nasib organisasinya kepada orang yang arogan, seperti Muazzul. Himbaunya.

Baca Juga

deras.co.id

Mengejutkan, Menteri Agama Fachrul Razi Positif Corona

Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19. Namun saat ini kondisi fisik …