Friday , February 28 2020
Beranda / Featured / Fakta Kota Asal Corona Wuhan, Kota Ramah Muslim Dengan Wisata Halal
Masjid Jiang An, Wuhan, China. (Foto: Ahmad Syaifuddin Zuhri)

Fakta Kota Asal Corona Wuhan, Kota Ramah Muslim Dengan Wisata Halal

Kota Wuhan, China, menjadi sorotan seluruh dunia akhir-akhir ini. Sebab kabar negatif berhembus dari sana, yakni di duga sebagai titik awal menyembarnya virus korona yang sudah menewaskan lebih dari 800 orang.

Namun di balik kabar miring tersebut, ternyata Wuhan merupakan kota ramah Muslim. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya sejumlah masjid di sana.

Dilansir dari laman NU Online pada Senin (10/2/2020), menurut mahasiswa Central China Normal University (CCNU) Wuhan yang juga Wakil Rais Syuriyah PCINU Tiongkok, Ahmad Syaifuddin Zuhri, sedikitnya ada empat masjid di Kota Wuhan.

Pertama, Masjid Jiang An. Masjid ini memiliki empat lantai. Lantai satu untuk kantor, tempat wudhu, dan dapur umum. Lantai dua merupakan ruang salat utama. Lantai ketiga adalah ruang-ruang kelas dan aula. “Lantai keempat, kami tidak bisa masuk karena terkunci,” katanya.

Masjid Jiang An, Wuhan, China. (Foto:islamichina.com)

Masjid Jiang An menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri di lokasi situ. Bangunan di sekitarnya sudah dirobohkan karena rencananya di situ akan dibangun kompleks gedung modern. Rencananya, Masjid Jiang An akan dipindahkan ke lokasi baru yang berjarak sekitar 1,3 kilometer dari titik sekarang.

Dikabarkan bahwa pembangunan masjid yang baru sudah selesai. Tinggal menunggu tahap akhir dan perizinan dari pihak yang berwenang di Wuhan.

Kedua, Masjid Hankou. Lokasi masjid ini cukup strategis karena terletak di petigaan besar, dekat dengan stasiun besar kereta api Hankou dan stasiun MRT line 1. Masjid Hankou terdiri dari enam lantai. Arsitekturnya merupakan perpaduan antara Arab, China, dan Eropa. Sementara di samping gerbang masuk masjid dibangun deretan toko.

Ketiga, Masjid Minquan. Masjid ini susah dicari karena berada di gang kecil dan di antara deretan toko penjual daging sapi dan kambing halal.

Masjid Minquan Wuhan(Foto:islamichina.com)

Ada dua lantai yang digunakan ketika hendak dilaksanakan Salat Jumat. Masing-masing lantai hanya mampu menampung 50 jamaah. “Masjid ini yang terkecil yang saya temukan di antara masjid lainnya di Kota Wuhan,” ujarnya.

Keempat, Masjid Qiyimen. Masjid ini terletak di distrik Wuchang. Luasnya mencapai 2.300 meter persegi dan mampu menampung hingga 500 jamaah. Masjid Qiyi juga menjadi basis Asosiasi Islam Provinsi Hubei. Selain masjid, di Jalan Qiyi pula berjejer toko-toko yang menjajakan makanan dan kebutuhan halal lainnya seperti daging, kue tradisional, roti naan Uighur, sayuran, buah-buahan, bumbu, hingga pakaian.

Masjid Qiyimen Wuhan(Foto:islamichina.com)

Zuhri menceritakan bahwa cukup mudah mencari warung halal di Kota Wuhan. Menurutnya, ada 12 warung halal yang ditemukannya di antara tempat tinggalnya hingga kampusnya, Central China Normal University (CCNU) Wuhan. Warung-warung halal tersebut dilengkapi dengan logo tulisan ‘Halal’ atau 清真 Qingzhen (baca: Tsingcen). Kebanyakan warung tersebut dimiliki Suku Hui Muslim.

Sumber: okezone.com

Baca Juga

deras.co.id

Motivasi Pemkab Asahan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Sekolah

Pemerintah Kabupaten Asahan lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus mempererat silaturahmi dengan seluruh Kepala Sekolah SD …