Wednesday , April 8 2020
Beranda / Featured / Ilmuwan Ciptakan Perangkat Pengubah Debu Bulan Jadi Oksigen
deras.co.id
ESA ciptakan purwarupa perangkat untuk ubah debu Bulan jadi oksigen (Foto: ESA)

Ilmuwan Ciptakan Perangkat Pengubah Debu Bulan Jadi Oksigen

T

idak ada oksigen yang cukup di Bulan, sehingga ini menjadi rintangan bagi para astronot. Jika ingin ke sana, mereka harus membawanya dalam jumlah yang banyak dari Bumi. Dengan demikian, memproduksi oksigen adalah hal yang sangat penting. Dilansir dari New Atlas (21/1), para peneliti di ESA(European Space Agency) berhasil menciptakan perangkat purwarupa yang dapat membuat oksigen keluar dari debu di Bulan.

Debu bulan (atau yang lebih dikenal sebagai regolith) telah dipelajari secara luas sejak sampel dikembalikan dari misi Apollo. Para ilmuwan kemudian dapat merekayasa material tersebut untuk mencari tahu bagaimana astronot masa depan dapat membuatnya bermanfaat, termasuk dengan membangun pangkalan dari regolith, dan bahkan menggunakannya untuk menyimpan panas selama malam bulan yang panjang.

Studi-studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa oksigen adalah unsur paling melimpah di regolith Bulan, terdiri dari 40 hingga 45% dari bobotnya. Masalahnya adalah, ia bukan dalam bentuk yang dapat dihirup manusia. Oksigen di Bulan terkunci di dalam mineral oksida.

Tetapi para peneliti di European Space Research and Technology Centre (ESTEC) kini telah mengembangkan purwarupa pabrik oksigen yang dapat mengekstrasi oksigen dari regolith Bulan. Perangkat ini menggunakan metode yang disebut elektrolisis garam cair, yang melibatkan penambahan debu Bulan ke semangkuk garam kalsium klorida cair dalam pemanasan hingga 950 derajat Celcius.

Bahkan pada suhu ekstrem ini, regolith tetap solid. Kemudian, arus listrik diterapkan ke dalam campuran tersebut, sehingga menarik oksigen keluar dari debu. Garam cair bertindak seperti elektrolit, memungkinkan oksigen unutk melewatinya dan kemudian berkumpul di anoda sehingga siap digunakan.

“Dapat memperoleh oksigen dari sumber daya yang ditemukan di Bulan jelas akan sangat berguna bagi pemukim Bulan di masa depan, baik untuk bernapas maupun dalam produksi bahan bakar roket lokal,” kata seorang penulis penelitian ini, Beth Lomax.

Sumber: tek.id

Baca Juga

deras.co.id

Bingung Dengan SNMPTN 2020? Baca 5 Panduan Ini Wahai Para Calon Mahasiswa

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melalui undangan resmi media akan mengumumkan hasil Seleksi Nasional …