Tuesday , January 18 2022
Beranda / Featured / Asyiknya Para Siswa Belajar Bertani Di Green Farm Budaya Land
deras.co.id
Siswa-siswi memberi makan ikan di salah satu wahana Budaya Land Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatra Utara, Sabtu (22/2/2020)

Asyiknya Para Siswa Belajar Bertani Di Green Farm Budaya Land

Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog, melepas keberangkatan siswa-siswi kelas 1, 2, dan 3 SD Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Edutour ke Green Farm Budaya Land Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatra Utara, Sabtu (22/2/2020).

Rizki Fadilah Raz dalam sambutannya mengharapkan siswa kelas 1, 2, dan 3 SD YPSA ini dapat menambah wawasan dan ilmu serta kebahagiaan di hati para siswa SD YPSA.

“Semoga program ini dapat memberikan pengalaman kepada siswa-siswi YPSA, menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang pembibitan dan penanaman, serta dapat lebih mensyukuri nikmat alam ciptaan Allah SWT”, ucapnya.

Sebanyak 210 peserta edutour yang terdiri dari siswa-siswi SD, guru, tenaga medis dan tenaga pengamanan sebelum keberangkatan salami Pembina YPSA Buya Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, dan Sekretaris Umum YPSA H. Rizki F. Raz, di area Raz City YPSA.

Kepala SD YPSA Azhar Fauzi mengatakan bahwa, “kegiatan edutour SD YPSA kali ini memilih tempat di Green Farm Budaya Land karena anak-anak dapat belajar pembibitan tanaman hidroponik yang dikelola secara profesional, menanam bunga, dan tanaman lainnya”.

“Siswa-siswi juga akan berinteraksi secara langsung dengan berbagai macam fauna yang tujuannya agar anak-anak dapat lebih mengenal berbagai satwa khas”, kata Fauzi.

Siswa-siswi YPSA berfoto bersama di Green Farm Budaya Land Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatra Utara, Sabtu (22/2/2020).

“Seperti memberi makan ikan-ikan dikolam, memberi makan sapi Madura, dan melihat Kelinci”, kembali Fauzi menambahkan.

“Budaya Land sendiri memiliki 20 wahana yang tersebar di tanah seluas 15 hektar. Untuk wahananya ada ATV, bebek dayung, becak mini, gokart mini, hand boat, kayak/kano, mini car, nine bot, obstacle run, paint ball, panahan, sampan, sepeda, sepeda mini, tree top, waterball, dan sejumlah permainan tradisional seperti engklek, bakiak dan congklak. Anak sangat gembira dengan kegiatan yang satu ini”, tutur Fauzi.

“Permainan seperti bebek dayung, kano atau kayak dimainkannya di atas danau yang cukup luas. Tapi kita membatasi siswa untuk permainan ini”, akhiri Fauzi.

Baca Juga

Menteri ESDM Klaim Premium Sepi Peminat, PKS: Stop Bohongi Publik!

DERAS.CO.ID – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif yang menyebut peminat …