Sunday , August 9 2020
Beranda / Berita / Hati-Hati, Ini 7 Kesalahan Mencuci Tangan Yang Sering Dilakukan
deras.co.id

Hati-Hati, Ini 7 Kesalahan Mencuci Tangan Yang Sering Dilakukan

Salah satu cara pencegahan virus corona COVID-19 yang paling mudah dan murah adalah mencuci tangan dengan baik. Saat melakukannya, dianjurkan menggunakan air yang mengalir dan sabun untuk membersihkan kuman atau virus yang ada di tangan.

Meskipun sudah cuci tangan, bisa saja kuman, bakteri, bahkan virus akan menempel lagi pada permukaan tangan. Bisa jadi, ada kesalahan yang dilakukan saat mencuci tangan, yang membuatnya tidak bersih.

Dikutip dari Reader’s Digest, yuk perhatikan beberapa kesalahan yang mungkin sering dilakukan setelah mencuci tangan.

1. Mencucinya tidak cukup lama
Saat mencuci tangan, butuh waktu minimal selama 20-30 detik. Waktu tersebut dihitung selama menggosok tangan dengan sabun dan kemudian dibilas menggunakan air.

Sebuah studi menunjukkan, rata-rata orang hanya mencuci tangan selama 6 detik. Selain itu, 15 persen pria dan 7 persen wanita tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan toilet.

2. Tidak menggosok sampai ke sudut dan celah
Tak hanya telapak tangan dan jari, mencuci tangan juga harus sampai ke sudut dan celah yang ada. Hal ini karena kuman sering bersembunyi di bawah kuku dan sela-sela jari.

3. Tidak dikeringkan secara maksimal
“Kuman senang berkembang biak di tempat yang lembab,” ujar dokter dari NYU medical center, Roshini Raj, MD.

Untuk mencegahnya, setelah mencuci harus dikeringkan secara maksimal hingga benar-benar kering. Untuk mengeringkannya, disarankan menggunakan tisu.

Tisu dikenal paling baik untuk mengeringkan tangan dan mengurangi berkembangnya kuman. Jika ingin menggunakan blower, kamu harus memastikan tangan kering dengan bantuan udara yang dihasilkan.

4. Mencuci tangan hanya setelah dari toilet
Mencuci tangan setelah dari toilet memang sangat dianjurkan. Tapi, apakah kuman hanya ada di toilet saja?

Kuman ada di berbagai tempat, misalnya tombol lift, pegangan tangga, mesin ATM, dan barang hingga permukaan lainnya. Sangat disarankan, setelah melakukan apapun harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selain itu, bisa juga menggunakan hand sanitizer. CDC mengungkapkan, bahwa cairan yang mengandung 60 persen alkohol ini ampuh mematikan beberapa jenis kuman.

5. Mencuci tangan dengan air panas
Sebuah studi di Vanderbilt University Tennessee menemukan bahwa air dingin juga bisa membantu mengurangi jumlah kuman, seperti halnya menggunakan air panas. Ini berlaku asal mencucinya dengan benar, pakai sabun, dibilas dengan air mengalir, dan dikeringkan secara maksimal.

Untuk membunuh kuman, ada suhu terbaiknya yaitu 100 derajat celcius. Tapi, kalau diguyur dengan air sepanas itu gimana nasib tangannya? Jadi jangan coba, belum tentu itu efektif.

6. Menyentuh permukaan setelah cuci tangan
Setelah mencuci tangan, disarankan hindari menyentuh permukaan lainnya. Jika itu dilakukan, otomatis kuman yang tadi sudah hilang malah akan menempel lagi. Ya sama saja dong, kotor lagi kotor lagi.

Menurut studi NSF International tahun 2011, organisasi kesehatan dan keselamatan publik ini menyampaikan sembilan persen dari keran kamar mandi yang diambil sampelnya di rumah teruji positif memiliki bakteri coliform. Selain itu, 27% keran kamar mandi memiliki 5% staphilococcus.

7. Hanya gunakan sabun anti bakteri
Hingga saat ini, hanya ada sedikit bukti yang mengatakan bahwa sabun anti bakteri benar-benar efektif dalam mencegah infeksi daripada sabun biasa. Hal ini disampaikan oleh US Food and Drug Administration (FDA).

Jadi, untuk saat ini kalian bisa pakai sabun apa saja yang tentunya memiliki manfaat untuk membersihkan kuman dan bakteri. Ini juga bertujuan untuk mencegah kuman dan bakteri masuk lagi ke tubuh.

Sumber: detik.com

Baca Juga

deras.co.id

ISRAEL yang Sekarang Bukan Keturunan NABI YAKUB

HAKEKATNYA ISRAEL YANG SEKARANG INI BUKAN KETURUNAN NABI YAKUB pada abad ke 7 di Russia …