Sunday , November 28 2021
Beranda / Berita / Rakyat Diminta Berdonasi, Pemerintah Kekurangan Dana Tangani Corona?
deras.co.id

Rakyat Diminta Berdonasi, Pemerintah Kekurangan Dana Tangani Corona?

Jakarta, Pemerintah akan membuka rekening khusus untuk menampung donasi dunia usaha yang ingin membantu dalam kegiatan pencegahan dan/ atau penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Donasi yang terkumpul akan dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai leading sector dari gugus tugas penanganan Covid-19 secara nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sedang memproses pembukaan akun rekening tersebut.

“Ini akan diumumkan Ditjen Perbendaharaan (Kemenkeu) sebagai account masyarakat yang ingin membantu dan langsung dikelola oleh BNPB,” tuturnya dalam teleconference dengan media, beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu penanganan Covid-19. Termasuk membantu pemerintah melakukan perlindungan kepada masyarakat dan dunia usaha dalam menghadapi tekanan dari wabah Covid-19.

Presiden Joko Widodo bergegas usai menyampaikan keterangan kepada wartawan di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden menyatakan telah memerintahkan para menteri untukmengingatkan para pejabat publik dan pihak rumah sakit agar tidak membuka data pasien positif corona serta mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan beraktivitas seperti biasa. (foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Selain membuka rekening, Sri menambahkan, pemerintah juga sudah melakukan berbagai langkah bersama BNPB untuk melihat seluruh kebutuhan di bidang kesehatan dan menyediakannya. Misalnya, alat kesehatan yang kini mengalami keterbatasan dari sisi produksi.

Baca juga: 10 Provinsi Dengan Pasien Covid-19 Terbanyak Di Indonesia, No.10 Mencengangkan

Sri menuturkan, pemerintah sudah membeli 100 ribu Alat Pelindung Diri (APD) dari produsen di Bogor dan Bandung. Pemerintah melalui BNPB bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu telah mendistribusikannya di Jakarta dan daerah-daerah yang memang membutuhkan.

“Anggarannya didukung sepenuhnya (oleh pemerintah),” katanya.

Pemerintah juga berkomitmen menanggung pembiayaan pasien Covid-19 di rumah sakit. Khususnya mereka yang belum memiliki asuransi swasta atau hanya terdaftar di BPJS Kesehatan. Sri menjelaskan, untuk membiayai ini, pemerintah menggunakan dana dalam APBN maupun APBD.

Tidak hanya pasien, pemerintah memberikan insentif bagi pekerja medis yang menangani Covid-19, terutama di rumah sakit rujukan. Besarannya bervariasi, dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Santunan kepada tenaga medis yang meninggal saat menjalankan tugas pun diberikan hingga Rp 300 juta per orang.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

Inalum Bantu Penanggulangan Covid-19 di Tapanuli Utara

DERAS.CO.ID – Taput– Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya, PT INALUM (PERSERO) menyalurkan bantuan …