Saturday , July 11 2020
Beranda / Berita / Setelah Belva, Andi Taufan Menyusul Mundur dari Stafsus, Ini Profil Lengkapnya
deras.co.id
Belva Devara dan Andi Taufan Garuda, 2 Stafsus Presiden Jokowi yang mundur akibat memunculkan polemik di masyarakat

Setelah Belva, Andi Taufan Menyusul Mundur dari Stafsus, Ini Profil Lengkapnya

Andi Taufan Garuda Putra resmi mengundurkan diri dari posisinya saat ini sebagai staf khusus Presiden Jokowi. Dia menjadi orang kedua dari jajaran staf milenial yang mundur setelah Belva Devara, CEO Ruangguru.

“Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui Bapak Presiden,” kata Taufan.

Siapakah Andi Taufan? Nama Andi sebagai stafsus Jokowi mencuat setelah viral surat berkop Sekretariat Kabinet tertanggal 1 April 2020 yang disebarkan kepada para camat dengan tujuan mendukung kerja sama pemerintah dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), perusahaan fintech miliknya untuk terlibat dalam penanganan wabah virus corona.

Andi lahir di Jakarta, 24 Januari 1987. Dari akun LinkedIn miliknya, Andi lulusan S1 dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) dan S2 administrasi publik di Harvard Kennedy School. Sebelum mendirikan Amartha, dia sempat berkarier sebagai konsultan bisnis di IBM Global Business Services mulai Januari 2008 sampai Juli 2009.

Dia mendirikan Amartha pada April 2010. Amartha sendiri merupakan perusahaan yang awalnya berbentuk lembaga keuangan mikro. Sistemnya mirip dengan konsep Grameen Bank yang digagas oleh peraih Nobel Perdamaian, M. Yunus asal Bangladesh.

Taufan mendatangi desa-desa untuk memberikan edukasi keuangan kepada ibu rumah tangga yang tertarik membuka usaha. Amarta memberikan modal awal hingga Rp10 juta kepada ibu-ibu tersebut lewat kelompok pembiayaan.

Perusahaan itu kemudian diubah Taufan menjadi fintech pada 2016 setelah dia selesai studi di Harvard. Amartha kini sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan situs resminya, Amartha telah menyalurkan pendanaan Rp2,38 triliun kepada 502.913 pengusaha mikro nasional. Rekam jejak kegagalan pengembalian pinjaman diklaim perusahaan dengan tingkat keberhasilan 99,47 persen.

Bersama Amartha, Taufan telah menerima penghargaan di antarnaya Enterpreneur of the Year Finalist dari Ernest & Young, Satu Indonesia Award dari Astra International, dan UNI Capital Development Fund untuk kategori startup keuangan inovatif.

Sumber: inews.id

Baca Juga

Masa Pandemi, Mang Oyong Suguhkan Konten Komedi

MEDAN – Masa Pandemi Covid-19 saat ini, membuat sebagian masyarakat harus lebih banyak beraktivitas di …