Beranda / Berita / Terendah Sejak 2001, Konsumsi Rumah Tangga Dalam Negeri Merosot Tajam
deras.co.id
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Saifan Zaking/JawaPos.com)

Terendah Sejak 2001, Konsumsi Rumah Tangga Dalam Negeri Merosot Tajam

Ekonomi Indonesia pada kuartal-I 2020 tercatat tumbuh 2,97 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year-on-year (YoY). Sementara secara kuartalan (QtQ), pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2020 mengalami kontraksi -2,41 persen.

Berdasarkan ADHK, total Produk Domestik Bruto (PDB) RI kuartal-I 2020 sebesar Rp 2.703,1 triliun. Sedangkan berdasarkan ADHB, total PDB RI kuartal-I 2020 sebesar Rp 3.922,6 triliun.

“Kalau kita lihat, itu (kuartal-I 2020) terendah sejak kuartal-I 2001,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (5/5).

Meski begitu, Suhariyanto menerangkan, data pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2020 tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan periode sama tahun-tahun sebelumnya. “Karena situasi yang kita hadapi saat ini sangat berbeda, diliputi ketidakpastian,” terangnya.

“Sudah banyak upaya dilakukan, tapi kita tidak bisa prediksi sampai kapan Covid-19 akan berlalu,” imbuh pria yang akrab disapa Kecuk itu.

Dari enam komponen pengeluaran, Kecuk melanjutkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) dan PMTB (investasi) melambat cukup dalam. Padahal kedua komponen ini mendominasi struktur PDB RI dengan andil masing-masing 58,14 persen dan 31,91 persen.

“Konsumsi RT tumbuh 2,84 persen (YoY), melambat cukup dalam. Karena porsi konsumsi RT di perekonomian RI sangat besar (58,14 persen), maka tentunya akan menggeret ke bawah,” terang Kecuk.

Pada kuartal-I 2019, konsumsi RT masih tumbuh 5,02 persen. Sementara itu, investasi pada kuartal-I 2020 hanya tumbuh 1,7 persen, melambat dibandingkan kaurtal-I 2019 yang mencapai 5,03 persen.

“Ekspor kuartal-I ada sedikit kenaikan, tumbuh 0,24 persen. Periode sama tahun lalu ekspor mengalami kontraksi 1,58 persen,” imbuh Kecuk.

Sedangkan impor masih mengalami kontraksi, namun melambah. Pada kuartal-I 2020, impor terkontraksi -2,19 persen, dan pada kuartal-I 2019 terkontraksi -7,47 persen.

Kecuk menambahkan, komponen konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan 3,74 persen, melambat dibandingkan kuartal-I 2019 yang mencapai 5,22 persen. Adapun yang mendorong pertumbuhan yaitu realisasi bansos, pertumbuhan belanja pegawai secara alamiah karena kenaikan pangkat dan golongan, serta belanja barang yang mengalami efisiensi (terkontraksi -6,12 persen).

“Konsumsi LNPRT terkontraksi -4,91 persen, terjadi penurunan sangat dalam dari kuartal-I 2019 yang masih tumbuh 16,96 persen,” pungkasnya.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

Pohon Tumbang Timpa 2 Unit Mobil di Medan

MEDAN-Hujan diserta angin kencang yang melanda Medan, Jumat (5/6/2020) sore, menyebabkan pohon Mahoni besar di …