Monday , October 26 2020
Beranda / Berita / Baca, Begini Cara Berpuasa Di Negara yang Tak Memiliki Matahari Terbit dan Tenggelam
deras.co.id
Islandia, Negara yang hampir 24 jam tidak mengalami matahari terbit dan tenggelam(Foto: Blogs en Classe)

Baca, Begini Cara Berpuasa Di Negara yang Tak Memiliki Matahari Terbit dan Tenggelam

Selama Ramadhan, ummat Islam berpuasa, tidak makan dan minum sejak terbit hingga terbenam matahari. Hal itu berlaku bagi wajib bagi seluruh ummat Islam di dunia. Namun, mengingat perbedaan garis waktu dan letak geografis masing-masing wilayah negara, tentu terdapat pula perbedaan teknik terkait durasi atau lamanya waktu puasa dalam satu hari.

Ada sebagian negara yang memiliki durasi puasa yang singkat, terhitung dari terbit hingga terbenamnya matahari. Ada pula yang memiliki durasi sangat panjang, bahkan hingga 22 jam. Uniknya, ada pula wilayah di belahan bumi bagian utara yang tidak merasakan terbit dan terbenam matahari pada muslim-musim tertentu.

Ketika pada musim tersebut tiba waktu Ramadhan, bagaimana puasa mereka?

Ummat ​​Muslim yang berpuasa di belahan bumi bagian utara mungkin mengalami kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk matahari terbit dan terbenam. Di sana, cahaya matahari masih ada di mana-mana bahkan ketika orang-orang di belahan bumi lainnya sudah melihat bulan dan bintang di langit malam.

Selama bulan-bulan musim panas, wilayah utara ini merasakan matahari terbit selama hampir 24 jam. Dalam kondisi ini mereka harus menentukan waktu sahur dan berbuka setiap harinya, selama Ramadhan.

Mereka yang tinggal di Lingkar Artktik, yakni belahan bumi yang dekat dengan Kutub Utara atau derah Nordik, mengikuti pedoman waktu khusus yang dibuat oleh ulama setempat.

Pedoman ini dibuat khusus untuk mengatur jam puasa bagi ummat Islam yang tinggal di daerah Lingkaran Arktik di mana matahari hanya terbenam selama beberapa jam setiap hari, sehingga membuat mereka berpuasa selama 19 hingga 20 jam per hari.

Pedoman ini disusun oleh Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian guna mengakomodasi jam puasa yang realistis. Dewan tersebut akan merilis pedoman menjelang Ramadhan untuk mempermudah persyaratan Ramadhan bagi ummat Islam di kota-kota paling utara di negara-negara seperti Norwegia, Swedia, Islandia, Rusia dan Kanada.

Karena tidak ada matahari terbit atau terbenam yang pasti, seperti dilaporkan AFP, Mohammed Kharraki, juru bicara Asosiasi Islam Swedia menyarankan ummat Islam untuk “merujuk pada saat terakhir matahari jelas terbenam dan naik”.

Sumber: islampos.com dilansir mvslim.com

Baca Juga

deras.co.id

Gus Nur Jadi Tersangka PAsal Karet UU ITE, PKS: Buruk Bagi Demokrasi

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, prihatin atas penangkapan dan penahanan Sugi Nur …