Wednesday , September 23 2020
Beranda / Berita / MUI: Shalat Jama’ah Dilarang Tapi Orang Menumpuk Di Bandara Dibiarkan
deras.co.id
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.(Foto:Antara/Puspa Perwitasari)

MUI: Shalat Jama’ah Dilarang Tapi Orang Menumpuk Di Bandara Dibiarkan

Jakarta, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin meminta Pemerintah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara konsekuen.

Menurut Din, aturan tentang PSBB harus memperhatikan prinsip keadilan. Jangan sampai umat Islam dilarang shalat berjamaah di masjid, tetapi bandara dibiarkan ramai.

“Kepada Pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum,” ucap Din melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (19/5/2020).

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam shalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” tambah dia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga meminta Pemerintah bersimpati dengan penderitaan rakyat yang sedang susah karena mengganggur, sementara bantuan sosial tidak terbagi secara merata.

“Mengapa pada saat demikian Pemerintah justru mempelopori acara, seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat,” tandasnya.

“Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan, kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?” tanya Din.

Din berpesan kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan untuk menjaga jarak (physical distancing), serta menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19.

Sementara itu, Din juga berpesan pada umat Islam agar tetap konsisten menaati fatwa MUI untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk Shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing.

“Tidak perlu ada yang ‘membalas dendam’ terhadap ketidakadilan Pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid, sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung,” tuturnya.

Din berujar, umat Islam sebagai warga negara yang baik, harus selalu menampilkan teladan yang baik atau qudwah hasanah. Umat Islam diminta dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak dalam kesesatan.

“Kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka,” pungkasnya.

Sumber: okezone.com

Baca Juga

deras.co.id

Pemkab Asahan Lakukan Langkah Antisipasi Banjir di Desa Lubuk Palas

Akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini, sebabkan puluhan rumah warga Desa Lubuk …