Beranda / Berita / Kisah Heroik Siti Fadilah: Lebih Baik Jadi Harimau Sehari Daripada Kambing Selamanya

Kisah Heroik Siti Fadilah: Lebih Baik Jadi Harimau Sehari Daripada Kambing Selamanya

Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari menceritakan kisahnya kepada Deddy Corbuzier. Saat ini, dia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit di sela-sela masa penahanan.

Menkes era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut punya rekam jejak mengagumkan. Dia berhasil menangani wabah Flu Burung pada tahun 2005-2009 yang tingkat kematiannya lebih tinggi dibanding pandemi corona saat ini. Bukan hanya itu, Siti Fadilah juga berhasil mencegah WHO menetapkan status pandemi untuk Flu Burung. Karenanya, kerugian ekonomi yang bisa dialami dunia dapat dicegah.

Dipenjara tanpa bukti

Perbincangan bersama Siti Fadilah disiarkan Deddy Corbuzier dalam chanel YouTube-nya yang diunggah pada Kamis, 21 Mei 2020.

“Saya menjenguknya di RS. Sesampainya saya di sana, disambutnya dengan senyum seorang ibu. Dan mulutnya langsung berucap, ‘Saya tidak korupsi Pak.. Saya mati untuk bangsa..Saya lah satu satunya orang di dunia saat itu yang berhasil menyetop pandemi.. Dan saya skrg di penjara’,” tulis Deddy.

Siti Fadilah dijebloskan ke penjara atas tuduhan korupsi senilai Rp6 miliar. Soal tuduhan tersebut, Siti menceritakan kepada Deddy Corbuzier.

“Saya tidak menerima sama sekali. Yang Rp6 M adalah kerugian negara yang disebabkan eselon dua saya.” Bawahannya itu tidak dihukum, tapi Siti justru dihukum karena dianggap membantu si bawahan.

Dia memaparkan dijatuhi vonis tanpa disertai bukti. “Saya dituduh membantu dia, saya dihukum. Tidak ada bukti, tidak ada saksi.” Deddy pun penasaran bagaimana tentang pengadilan. “Saat di Pengadilan jaksa penuntut umum bilang, fakta pengadilan kita abaikan. Hakim juga berujar ‘saya tidak perlu bukti’. Sangat tidak fair,” ungkap Siti.

Tidak menyesal dipenjara

Mendengar pernyataan Siti, Deddy bertanya,“Kalau enggak salah, kenapa dipenjara?.” Siti menduga negara RI tidak sepenuhnya berdaulat.

“Nyatanya lembaga hukum kadang dipakai untuk kekuatan tertentu. Untuk mengatur orang-orang yang tidak mau diatur. Dicari caranya, dibikin perkara,” ucap Siti.

Saat ditanya apakah dirinya tidak bisa diatur, Siti mengaku enggak tahu. Selama dia menjabat sebagai Menteri tidak pernah dipecat. Dia tidak tahu kesalahan apa yang pernah dibuatnya.

Siti lalu menyadari, dijebloskan ke penjara karena suatu hal. “Saya memiliki sikap yang mengakibatkan saya dipenjara.” Tapi dia menegaskan tidak menyesal karena sikapnya untuk melindungi rakyat Indonesia.

“Saya berbuat itu adalah bukan untuk saya. Saya dapat apa? kan tidak dapat apa-apa.” Dia bersyukur tindakannya tak cuma melindungi Indonesia, tapi juga dunia. “Pandemi (Flu Burung) itu batal. Kalau dihitung berapa ribu triliun kerugian seluruh dunia (kalau sampai dijadikan pandemi).”

Meski berjasa, Deddy mengucap kalau akhirnya Siti dipenjara. “Ironi. Tapi itulah dunia. Yang penting niat kita, terjadi karena kehendak Allah,” balas Siti. Dia berani lantang karena merasa ada hal penting yang harus disampaikan. ”Saya omongin ilmu yang orang banyak harus tahu. Jangan sampai rakyat tidak tahu sama sekali. Saya hanya sampaikan ilmu pengetahuan dan menurut saya wajib. Kalau saya tahu ada yang tidak baik tapi diam saja, kan dosa,” ujarnya.

Dia kembali menerima nasibnya karena kehendak Tuhan. “Saya tahu, saya bukan salah tapi saya kalah.” Ada hikmah di balik mendekamnya ia di balik jeruji besi.

“Saya seorang Islam. Pilihan Allah adalah yang terbaik. Pasti ada hikmahnya. Dulu Alquran berantakan, sekarang lancar, ungkapnya.”

Sempat merasa emosi saat dipenjarakan secara tidak adil, Siti teringat ucapan Karni Ilyas. ‘lebih baik jadi harimau suatu hari daripada jadi kambing setiap hari’. “Sekarang jadi kambing tidak apa,” candanya. Dia mengenang keberaniannya dulu.

“Saya enggak hanya bicara, berani kalahkan negara adidaya.”

Sumber: hops.id

Baca Juga

deras.co.id

Ombudsman Banten Berikan Hasil Kajian Singkat Pada Bupati Lebak Terkait Akses Pelayanan Publik

Lebak, Hari ini, 8 Juli 2020 Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten beserta tim (Eni …