Sunday , November 28 2021
Beranda / Featured / Covid 19 Melonjak Di Sumut, Kerumunan Warga Bersepeda Dilapangan Merdeka
Bersepeda

Covid 19 Melonjak Di Sumut, Kerumunan Warga Bersepeda Dilapangan Merdeka

Situasi penyebaran covid-19 (virus corona) di Sumut kian memprihatinkan. Angka kasus korban yang dinyatakan positif terjangkit virus ini, meningkat dari hari ke hari.

Sementara warga bukannya menjaga jarak, masih kerap menciptakan kerumunan.  Bukan saja di pasar dan tempat tongkrongan, kerumunan warga bersepeda pun jadi sorotan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyesalkan terjadi kerumunan para pesepeda di Lapangan Merdeka, Kota Medan, pada Minggu pagi.

Menurutnya, jika masyarakat berolahraga tidak mesti dalam jumlah yang begitu padat seakan mengabaikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

“Itulah masyarakat kita ini, perlu diimbau, physical distancing itu harus diterapkan,” ucapnya, saat ditemui di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (22/6/2020).

Untuk di Sumut, perkembangan penularan wabah pandemi Covid-19 kian hari terus meningkat penularannya.

Maka dari itu, masyarakat harus dapat menjalankan aturan yang telah disampaikan oleh pemerintah. Menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker adalah hal terpenting yang harus diterapkan saat berada di luar ruangan.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, hanya kedisplinan hidup yang bisa menghindari masyarakat dari wabah. Kalau protokol kesehatan diabaikan, bukan tidak mungkin jumlah kasus akan terus bertambah menjangkiti orang.

“Obat yang paling bagus aturan dari protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sejauh ini, pemerintah belum dapat mengumumkan apa vaksin yang bisa digunakan sebagai obat wabah.

Edy meminta kepada masyarakat agar dapat selalu bisa menjalankan aktivitas dengan protokol kesehatan.

“Belum ada obat Corona ini,” ucapnya.

 

Jangan Berlakukan New Normal

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta kepada masyarakat agar dapat menerapkan protokol kesehatan saat berbelanja di pasar tradisional.

Permintaan ini diharapkannya dapat memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, di pasar.

Sebab, saat ini pasar menjadi pusat penyebaran pandemi, lantaran masyarakat melakukan transaksi dan berbelanja secara berdempetan.

Untuk itu, dalam penerapan konsep draf new normal, Pemprov Sumut meminta kepada kabupaten/kota segera mempelajarinya, yang kemudian akan diterapkan kepada masyarakat.

Menurut Edy, sulit untuk mengatur warga yang berbelanja di pasar.

Apalagi masyarakat saat berbelanja di pasar tidak bisa diatur untuk menjalankan aturan dari pemerintah, new normal ini kemungkinan batal diterapkan.

“Pasar sudah biasa masyarakat berbelanja secara berdempetan, bisa tidak mereka diatur, kalau tidak bisa, jangan berlakukan new normal,” ucapnya, saat berada di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan.

Saat ini, Edy sendiri masih menunggu pembahasan draf new normal oleh kabupaten dan kota.

Dalam pembahasan, ia berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai penerapan new normal ini.

Dalam pembahasan, tak luput pula pemerintah memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang tidak mau menerapkan kedisiplinan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Jika tidak, pemerintah juga akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang maupun pembeli yang tidak menjalankan kedisplinan.

Namun, dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail apa sanksi yang diberikan.

Sebab, pemberian sanksi tengah dibahas oleh kabupaten/kota yang tertuang dalam konsep draf new normal tersebut.

“Kalau tidak pakai, apakah dikenakan sanksi denda atau bagaimana,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini juga meminta kepada para bupati dan wali kota agar dapat mengatur warganya untuk hidup dalam kedisplinan.

Pastinya, selama berada di luar tidak ada masyarakat tanpa menggunakan masker.

Sosialisasi dan informasi, kata dia harus terus digalakkan saat ini, demi menuntaskan penularan.

“Bupati dan wali kota dapat mengatur masyarakat dan penjual dagangan di pasar,” ucapnya.

 

33 Orang Terpapar Virus Corona Dalam Satu Desa

Penyebaran Covid-19 di Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, kian memprihatinkan.

Bupati Simalungun JR Saragih menyampaikan, sudah 33 orang terpapar di sana per hari Senin (22/6/2020) pagi.

Dikatakannya, pihaknya juga masih menunggu hasil swab dari 43 orang di desa tersebut yang dinyatakan reaktif rapid test.

“Belum keluar hasil swab nya, tapi mereka sudah di-rapid test,” sebutnya.

“Tanjung Hataran itu sekarang sudah kita temukan 33 orang positif covid dari (hasil) swab,” ucap JR selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun.

Jumlah itu kian meningkat begitu cepat menyusul sebelumnya dua orang warga desa tersebut (pasangan suami istri) dinyatakan positif virus corona, lalu meningkat menjadi 17 orang terdata atas hasil pemeriksaan swab pada 15 Juni 2019.

“Jadi sekarang ini kita masih menyisir terus Kabupaten Simalungun yang pernah berkomunikasi dan berhubungan langsung kepada masyarakat-masyarakat yang ada di dusun tersebut,” paparnya saat didampingi Sekretaris Daerah Mixnon Simamora.

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, kata dia, pihaknya melakukan isolasi mandiri dan memperketat pintu masuk dan ke luar desa tersebut yang bekerjasama dengan TNI, Polri dan perangkat desa.

“Membantu warga sekitar, kita buatkan dapur umum, dan kebutuhan pangan masyarakat nya kita siapkan,” katanya.

Seluruh kondisi pasien yang terpapar, sambungnya, semakin membaik.

“Seluruh pasien dirawat di dua rumah sakit di Kabupaten Simalungun, RSUD Perdagangan dan di RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 Batu 20,” tutup JR.

Melonjak 20 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumut, Berikut Jumlah Meninggal

Pasien positif mengidap Corona virus disease 2019 (Covid-19) di wilayah Sumatera Utara kembali melonjak.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan menginformasikan bahwa ada peningkatan 20 pasien yang dinyatakan positif covid-19 dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dengan penambahan itu, maka total pasien yang terkonfirmasi positif mengidap covid-19 saat ini sudah mencapai jumlah 1.115 dari sebelumnya 1095 orang.

“Update data Covid-19 yang direkap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, tanggal 22 Juni 2020, covid-19 positif Metode PCR sebanyak 1115 orang, bertambah 20, ODP 872 orang,” ujarnya Senin sore.

Selain penambahan jumlah pasien positif covid-19, dr Whiko juga menginformasikan bahwa ada peningkatan jumlah korban meninggal dunia.

Tercatat ada penambahan 3 pasien covid positif yang meninggal dunia dari sebelummya 71 orang.

“PDP 202 penderita, pasien meninggal 74 orang, pasien sembuh 262 orang,” sebutnya.

Mayor Whiko sebelumnya mengatakan tidak sedikit upaya masyarakat dan tim GTPP covid-19 Sumut untuk menangani wabah virus Corona tersebut.

Namun hingga saat ini virus yang telah menghantam ratusan negara di dunia itu masih belum hilang dan masih terjadi penularan di Sumut.

Dia menambahkan, perkembangan data setiap harinya yang masih menunjukkan tren peningkatan memberikan gambaran bagi kita semua bahwa upaya melindungi diri masih belum berjalan dengan baik.

Dari kondisi tersebut, GTPP Sumut terus mengimbau agar warga bisa semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak, dan wajib memakai masker jika harus keluar rumah.

Hal Ini perlu tetap dilakukan karena sampai saat ini belum ada tren penurunan dan masih ditemukannya penderita baru di Sumatra Utara.

“Dari data di atas menunjukkan penyebaran dan penularan covid-19 sampai saat ini masih berlangsung di wilayah Sumut. Peningkatan angka covid yang didapatkan karena GTPP Sumut sedang gencar melakukan pemeriksaan rapid test maupun PCR, cakupan pemeriksaan juga semakin luas dan tinggi. Sehingga banyak penderita baru yang terdeteksi,” kata Whiko.

 

Data Nasional

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa penularan virus corona di masyarakat masih terjadi hingga saat ini.

Penularan virus itu menyebabkan kasus Covid-19 terus bertambah hingga Senin (22/6/2020).

Berdasarkan data pemerintah yang masuk hingga Senin pukul 12.00 WIB, ada 954 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Hal ini menyebabkan kini ada 46.845 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Informasi terbaru ini disampaikan Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Senin sore.

“Kami dapatkan jumlah kasus positif sebanyak 954 orang, sehingga totalnya menjadi 46.845 orang,” ujar Yurianto.

Menurut Yurianto, jumlah kasus baru ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 10.926 spesimen.

Jumlah ini terbilang sedikit karena ada 20 laboratorium yang libur, terutama di rumah sakit.

Jumlah spesimen yang sudah diperiksa hingga saat ini totalnya ada 650.311 spesimen dari 393.117 orang.

Sebagai catatan, satu orang bisa diambil sampel spesimen lebih dari satu kali.

Adapun terdapat lima provinsi yang mencatat penambahan kasus Covid-19 dengan angka tinggi.

Jumlah tertinggi dicatat Jawa Timur dengan 315 kasus baru dalam sehari.

Kemudian, disusul DKI Jakarta dengan 127 kasus baru.

Berikutnya, Sulawesi Selatan dengan 111 kasus baru, Kalimantan Selatan dengan 89 kasus baru, dan Sumatera Selatan dengan 60 kasus baru.

Data yang sama memperlihatkan penambahan 331 pasien yang dianggap sembuh setelah pernah dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, sudah ada 18.735 pasien Covid-19 yang kini dinyatakan sembuh.

Akan tetapi, Yurianto masih menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada 35 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 21-22 Juni 2020.

“Sehingga, akumulasinya menjadi 2.500 orang,” kata Achmad Yurianto.

Saat ini, semua provinsi atau 34 provinsi di Indonesia sudah mencatat adanya kasus Covid-19. Secara khusus, sudah 440 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak virus corona.

Jumlah ini bertambah satu daerah dibandingkan data kemarin. Pemerintah juga mencatat adanya 43.500 orang yang saat ini berstatus orang dalam pengawasan (ODP). Selain itu, ada 12.999 orang yang saat ini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

 

Sumber: Tribun-Medan.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Inalum Bantu Penanggulangan Covid-19 di Tapanuli Utara

DERAS.CO.ID – Taput– Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungannya, PT INALUM (PERSERO) menyalurkan bantuan …