Beranda / Featured / 4 Faktor Tingkatkan Resiko Penularan Virus Corona
Resiko Covid

4 Faktor Tingkatkan Resiko Penularan Virus Corona

Berbagai negara di dunia masih terus berjuang untuk mencegah penyebaran lebih luas maupun gelombang baru dari virus corona.

Ada yang masih harus melakukan pembatasan ketat dan ada pula negara yang telah mulai melonggarkan pembatasan dengan membuka kembali sejumlah aktivitas.

Orang-orang mulai keluar dari rumah dan bertemu dengan teman-teman atau saudara. Namun, virus masih tetap ada di tengah-tengah masyarakat. Potensi penularan dan terinfeksi virus masih ada.

Untuk itu, perlu diperhatikan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko penularan virus corona. Melansir Straits Times, 24 Juni 2020, berikut adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko ini:

  1. Ruang tertutup

Risiko penularan virus akan menjadi semakin tinggi di dalam ruangan tertutup di mana ventilasi tidak baik. Virus juga menyukai suhu udara yang lebih sejuk dari AC.

  1. Kontak dekat

Virus juga dapat ditularkan melalui tetesan (droplets) kecil saat seseorang yang terinfeksi berbicara. Jadi, melakukan kontak dekat dapat meningkatkan risiko penularan virus pada orang lain.

  1. Tempat ramai

Semakin banyak orang, semakin tinggi pula risiko penularan virus yang dapat terjadi. Selain itu, tempat di mana orang-orang banyak berkumpul cenderung menjadi lebih kotor daripada tempat yang sepi.

  1. Durasi dan keragaman kontak

Durasi waktu yang dihabiskan bersama orang lain juga turut berpengaruh pada risiko penularan. Faktor ini sama pentingnya dengan berbagai kelompok berbeda yang ditemui. Mereka dapat memiliki latar belakang dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda pula.

Tempat atau kegiatan yang berisiko

Probabilitas penularan virus semakin meningkat apabila seluruh faktor ini saling tumpang tindih dan terjadi bersamaan.

Berikut adalah contoh kegiatan yang memungkinkan tumpang tindih dari faktor-faktor di atas:

Perkumpulan sosial

Perkumpulan di rumah seperti acara ulang tahun, pertemuan, dan kelompok belajar, yang melibatkan orang-orang dari berbagai keluarga berbeda dalam satu ruang tertutup tergolong berisiko.

Saat itu, kemungkinan orang-orang akan lengah dengan perlindungan diri, berbincang panjang lebar, berada dalam jarak dekat, dan mungkin tidak memakai masker.

Ada risiko yang sangat nyata dan dapat dilihat pada peristiwa-peristiwa penyebaran super di mana satu orang mampu menginfeksi orang lain dalam jumlah yang besar.

Cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan bersama orang lain dan gunakan teknologi untuk tetap berkomunikasi dengan teman atau anggota keluarga yang rentan.

Duduk-duduk bersama teman di kafe mungkin terasa menyenangkan. Akan tetapi, sekelompok orang di meja yang sama seringkali tanpa sadar terlalu asik dalam berbincang dan berpotensi menjadi tempat penularan virus.

Saat asik berbicara, tanpa sadar kemungkinan ada droplets yang keluar, terutama saat masker dibuka untuk makan dan minum. Oleh karena itu, menjadi lebih aman untuk tetap mengaplikasikan pembelian take away.

Tempat orang bersantai

Tempat-tempat bersantai di luar ruangan juga dianggap sebagai tempat yang berisiko.

Di tempat-tempat tersebut, orang pun cenderung berkumpul dan bersantai sembari bercakap-cakap dengan jarak dekat satu sama lain.

Tempat olahraga di dalam ruangan

Kemungkinan tidak menggunakan masker dan kontak dekat dengan orang lain di tempat olahraga juga patut diperhatikan.

Sebab, banyak orang di tempat olahraga yang mungkin terengah-engah dan mengeluarkan droplets. Selain itu, berada di tempat tertutup yang sama dalam jangka waktu tertentu juga meningkatkan kemungkinan penularan virus ini.

 

Sumber: Kompas.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

deras.co.id

Masjid Hagia Sophia Jadi Cahaya Terang, UNESCO dan Negara-negara Dunia Berang

Diresmikannya Hagia Sophia menjadi masjid oleh Pemerintah Turki membuat sejumlah pihak meradang. Setelah sejumlah negara …